Ming. Sep 26th, 2021

Mangkrak, Proyek Pamsimas Di Desa Alam Pakuan Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Kalbar,newsinvestigasi86.

Warga masyarakat Desa Alam Pakuan Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, mengeluhkan Proyek Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat / Pamsimas di Dusun Dua pada tahun 2018 , pasalnya Proyek tersebut sampai saat ini ” MANGKRAK ” serta tidak berfungsi sama sekali untuk kepentingan warga masyarakat Desa Alam Pakuan .

Program Pamsimas bertujuan demi meningkatkan fasilitas pada warga masyarakat yang belum terlayani air ber sih di wilayah perdesaan dan pinggiran Kota ,dengan adanya Pamsimas diharap kan warga masyarakat dapat mengakses Pelayanan Air Minum dan Sanitasi yang berkelanjutan,serta dapat meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih, namun sangat miris sekali keseriusan Pemerintah Pusat telah mengadakan Program Pamsimas justru di salahguna kan oleh oknum oknum tertentu di duga dijadikan ” KORUPSI BERJAMAAH “ .

Dalam hal ini menyimpulkan adanya Perbuatan Melawan Hukum yang telah terjadi di Desa Alam Pakuan Kecamatan Sandai, dimana masyarakatnya disuruh mengumpulkan uang demi kepentingan mendukung Proyek Pamsimas tersebut sedangkan Proyek Pamsimas adalah suatu Program Proyek Pemerintah karena ada uang yang dimintai oleh pihak Desa Alam Pakuan kepada masyarakat untuk kepentingan biaya yang tidak jelas ,maka perlu dilakukan pendalaman hukum oleh Aparat Penegak Hukum /APH Kabupaten Ketapang ,tentang kemana dan untuk apa uang yang dimintai kepada masyarakat dengan membawa nama Proyek Pamsimas tersebut .

Pada saat awak media News Investigasi86 konfirmasi ke beberapa warga masyarakat Desa Alam Pakuan menerangkan,Proyek Pamsimas dikerjakan pada tahun 2018 sumber dananya dari mana asalnya kami para warga Desa Alam Pakuan tidak mengetahui karena papan nama proyek tersebut tidak terpasang, kami serta beberapa warga di minta uang sebesar Rp 20.000 (Dua puluh ribu rupiah) hingga salah satu warga sudah menyerahkan sebesar Rp 70.000 (tujuh puluh ribu rupiah ) untuk penyambungan Air namun hasilnya para warga masyarakat hanya tinggal janji manis dari Kepala Desa /Kades Alam Pakuan, yang sudah Dua (2) tahun lebih tidak kunjung terlaksana Proyek tersebut kami dan warga masyarakat benar benar merasa kecewa terhadap Program Pamsimas di Desa Alam Pakuan hanya demi kepentingan pribadi kata warga .

Selanjutnya awak media News Investigasi86 Konfirmasi kepada Kepala Desa / Kades Alam Pakuan berna ma Arnes Pulo juga merangkap selaku Ketua Dewan Perwakilan Daerah / DPD Lembaga Aliansi Indonesia Kalimantan Barat mengatakan,tentang Proyek Pekerjaan Pamsimas tahun 2018 itu sumber dananya dari Kementerian tidak berfungsinya alias mangkrak sampai saat ini,pasalnya kita harus melalui satu bukit yang sampai saat ini belum terlaksana karena kami sudah meminjam alat berat milik perusahan untuk menggali namun sampai kini belum mendapatkan,bila mana bukit tersebut bisa dilalui pipa Proyek Pamsimas akan berfungsi dan air nya bisa dialirkan ke warga kata Arnis .

Lanjut Arnes Pulo,” kalau tentang adanya pungutan kesetiap warga untuk penyambungan air, itu tidak ada di pungut karena kami yang tanggung dari Pemerintah Desa Alam Pakuan,dimana biaya setiap warga hanya dikenakan beban sebesar Rp 20.000 (Dua puluh ribu rupiah) tapi dari pihak Pemerintahan Desa Alam Pakaun yang mengeluarkannya biayanya”.kata Arnes.

Ditempat Yayat Darmawi,┬áselaku Koordinator Lembaga TINDAK INDONESIA dalam menyikapi masalah yang terjadi di Desa Alam Pakuan Kecamatan Sandai, mengatakan ” pentingnya transparansi tentang sumber dananya disetiap kegiatan proyek atau proyek di Desa adalah merupakan salah satu pendorong kesuksesan serta keberhasilan Desa dalam membangun komunikasi kepada seluruh komponen warga masyarakat Desa tersebut ,namun apabila terjadinya stangnansi informasi serta komunikasi antara Kades dengan masyarakat terkait dengan anggaran maka perlu dipertanyakan secara yuridis,tentang Kadesnya tertutup dan tidak mau menjelaskannya kepada masyarakat “, pungkasnya.

Bersambung…..

( EZNI 86 ).