Ming. Sep 26th, 2021

Aparat Penegak Hukum Harus Tindak Tegas Pelaku Perusak Lingkungan Di Singkawang

Singkawang,newsinvestigasi86.

Miris, Satu lagi ditemukan Kegiatan galian C Liar di daerah Singkawang Kalimantan Barat oleh awak media News Investigasi86 bersama Lembaga Tindak Indonesia, Lokasi galian C illegal tersebut berada di jln yosudarso di RT 10 RW 03 kelurahan Kuala kecamatan Singkawang Barat, kota Singkawang , Kalimantan barat ,tgl 27 / 10 / 2020. tepatnya di dermaga wilayah hutan mangrove yang beroperasi secara bebas seakan tidak tersentuh oleh hukum.

Seperti yang tertuang dalan UU nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, mengatur tentang Pidana dan Denda terhadap pelanggar UU ini dan yang menyebabkan Rusaknya lingkungan serta berdampak terhadap mahluk hidup disekitarnya, diduga galian C tersebut tidak mempunyai izin prinsip seperti izin AMDAL dan izin lingkungan, pemilik galian C Liar tersebut seorang pengusaha dikota Singkawang yang berinisial AL.

Kegiatan Galian C illegal yang berada didekat dermaga diwilayah hutan mangrove tentusaja akan berdampak pada pengrusakan hutan mangrove secara sengaja dengan merusak bibir pantai.

Dampak lainnya juga dapat mempersempit alur sungai dengan menimbun tanah dipertengahan sungai yang membuat alur lalu lintas keluar masuk kapal motor menjadi terganggu dan diduga seperti di sengaja dibuat oleh pelakun (Al ), Seperti kita ketahui bersama aliran sungai kecil didaerah dermaga diwilayah hutan mangrove berfungsi sebagai pembatas, apa bila tertimbun dengan tanah atau lumpu galian C tersebut nantinya jika ada pengunjung maka tidak bisa menyeberang karena harus melewati galian c tersebut .

Tanah yang di gunakan atau dikuasai oleh Al tersebut adalah tanah milik negara dan aliran sungai kecil itu juga termasuk sungai wilayah hutan mangrove milik negara yang secara jelas telah dilindungi oleh UU.

Menurut keterangan salah satu nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya (sebut saja Mr X ) mengatakan ” Usaha galian C tersebut sudah berlangsung sejak lama, namun tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan pemerintah setempat terkait hal ini, timbul asumsu kami karena tidak beraninya pemerintah dengan Al maka apakah memang sudah ada terjalin kerjasama antara dipengusaha Al dengan pemerintah setempat???.. sehingga ada dugaan dengan sengaja menutup mata “ujar mr X.

Menurut Koordinator lembaga TINDAK INDONESIA Yayat Darmawi SE,SH,MH saat di hubungi via whatApps terkait permasalahan tersebut,mengatakan ” bahwa perlu adanya Tindakan secara tegas terhadap siapapun pelaku perusak lingkungan tanpa tebang pilih apalagi sampai merusak hutan yang telah dilindungi oleh Undang Undang dan apalagi sifatnya menghambat lalu lintas kendaraan Air, Apabila hukum lebih mengedepankan azas equality before the law maka tidak ada yang kebal dengan hukum selama dia berada di wilayah Indonesia ini “,demikian kata yayat.

Lanjutnya ” Lemahnya law enforcement di Kalimantan Barat adalah akibat dari lambannya tindakan represif dari Aparat Penegak Hukum terhadap para pelanggar hukum di Kalimantan Barat sebahagian besar dampak dari faktor ekonomi Aparatur yang telah terdukung oleh para pemodal dikalimantan Barat, termasuk terhentinya kasus kasus tipikor yang mana kelihatan lemahnya penindakan hukum dalam memfollow Up nya “, jelas yayat dengan nada kesal.

( Yuli/Tim )