Ming. Mei 9th, 2021

Angkat Bicara,Ketua Puskominfo JawaTimur Kecam Keras Penyekapan 4 Jurnalis Dan Akan Menempuh Jalur Hukum

Newsinvestigasi86.Jawa Timur.

Terkait adanya penyekapan 4 jurnalis Tim investigasi Puskominfo yang terdiri dari 4 media di sebuah Gudang di Dusun Panggreh Kecamatan Jabon Sidoarjo Jawa Timur  beberapa hari yang lalu, kini Ketua Puskominfo jawa timur Umar Al khothob, angkat bicara dan akan tempuh jalur hukum demi tegaknya Kebebasan Pers.

Terkait anggota ke 4 wartawannya yang sempat di sekap dan hendak di benturkan dengan Karang Taruna setempat hingga membuat 4 wartawan jadi panik saat itu atas tindakan penjaga dengan menutup pintu gudang supaya ke 4 wartawan tidak bisa keluar.

Umar Alkhotob (red).

 

Pasalnya, prilaku tindakan arogan penjaga Gudang tersebut dapat mengancam keselamatan ke 4 wartawan dari 4 media yang notabene sebagai tim investigasi dari Puskominfo Jawa Timur, Umar Al khothob selaku ketua DPD   Puskominfo Jatim sungguh sangat tidak terima

Rabu,23/09/20 dengan ditemani 2 orang Wartawan yang merupakan sebagai korban penyekapan ikut serta bersama Umar Al khothob mendatangi Polresta Sidoarjo memberikan surat pengaduan sebagai mana untuk langkah jalur Hukum.

Sebelumnya hal tersebut dibahas langsung secara bersama di kantor  kuasa hukum Puskominfo jalan raya Demak Mbah Ratu Surabaya, untuk memberikan keadilan kemerdekaan PERS

Seperti yang di katakan Umar Al khothob selaku ketua Puskominfo DPD Jawa Timur, “saya sangat tidak terima apabila wartawan yang menjadi anggota di dalam naungan PUSKOMINFO, ataupun sesama Wartawan dari Media manapun..! mendapatkan perlakuan intimidasi seperti itu, apalagi sampai di sekap disaat menjalankan tugas profesinya sebagai jurnalis dalam team, yang sedang investigasi..!!!,  Ungkap Umar Al khothob

Wartawan yang di bekali alat camera yang digunakan sebagai  pengambilan  Dokumentasi justru dibuat permasalahan oleh penjaga Gudang hingga terjadi  menyekap ke 4 wartawan yang di kunci dari dalam oleh penjaga Gudang, seperti di ketahui wartawan itu tugasnya memang seperti itu untuk mendokumentasikan dan sudah di lindungi undang undang PERS sesuai pasal 4 no 40 tahun, 1999, tentang kemerdekaan PERS, bagi pihak manapun yang menghambat dan menghalangi atau tugas jurnalis dengan  ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Bersambung….

Tim Newsinvestigasi86.