Sen. Okt 26th, 2020

Pendongeng Harris Rizki Menggelar Acara ‘Dongpukis’ Di Tengah Hutan Lobre,

News Investigasi86.Surabaya.

Hutan adalah salah satu paru-paru kota. Di kota-kota besar kita jarang sekali menemukan hutan yang berada di kota. Kota Surabaya salah satu contoh kota terbesar ini masih terdapat hutan di dalam kota yang masih asri, masyarakat sekitar biasa memanggilnya dengan Hutan Lobre . Yang konon cerita awal mula adalah hutan ini berasal dari nenek moyang dan di hutan itu banyak sekali burung kolibri, sehingga di namakan hutan lobre.

Namun kini burung kolibri sudah mulai musnah tergerus oleh jaman. Namun di hutan lobre sekarang, masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa di lingkungan hutan lobre masih ada binatang-binatang yang berkeliaran seperti ular, musang albino dll.

Sehingga Kak Harris dan komunitas Surabaya Barat mengadakan kegiatan Dongpukis ( Dongeng, Puisi dan Melukis) untuk masyarakat dan anak-anak mencintai hutan dan tidak merusak alam. Berangkat dari fenomena ini, mendorong seniman yang tergabung dalam Komunitas Surabaya Barat berkolaborasi dengan pendongeng Harris Rizki menggelar acara ‘Dongpukis’ di tengah hutan Lobre, Sabtu (17/10). Mereka ingin mengenalkan hutan Lobre kepada anak-anak.

” Jadi ada tiga kegiatan seni yang kita gelar hari ini. Kami ingin mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai dan berinteraksi dengan alam,” tukas Amat Mulyono, ketua Komunitas Surabaya Barat, disela acara.

Amat juga mengatakan, Lewat kegiatan Donpukis, pihaknya ingin mengenalkan keberadaan hutan Lobre yang tak banyak diketahui warga Surabaya, terutama anak-anak. Tak cuma itu saja, melalui kegiatan ini pula Amat ingin mengajak anak-anak untuk mencintai alam.

“Kenalan dengan hutan Lobre, kalau sudah kenal kita pasti akan sayang dan nantinya akan berusaha untuk menjaga kelestariannya,” harap Amat.
Harris Rizki atau yang lebih dikenal dengan Kak Harris membawakan dongeng tentang bunga Tabebuya. Tanaman ini banyak dijumpai di hutan Lobre dan lebih dikenal warga sekitar dengan nama pohon jowar.

“Jadi saya ingin mengajak anak-anak untuk menjaga kelestarian bunga Tabebuya atau pohon jowar disini,” ujar Kak Harris.

Sayangnya saat acara Dongpukis digelar, pohon jowar sudah melewati masa mekarnya. “Mekarnya September kemarin, dan bunganya berwarna ungu,” tukas Amat.

Meski sedang tidak mekar, namun tak mengurangi antusiasme anak-anak yang mengikuti acara tersebut. Puan Kinasih (8) misalnya. Siswi kelas 3 SD Petra 11 ini terlihat bersemangat menjelajah hutan Lobre.

“Diajak ayah ke sini. Senang bisa ikut, bisa berpetualang,” ujar Puan.
Hutan Lobre sendiri terletak di kawasan Surabaya Barat, tepatnya di perbatasan Kecamatan Dukuh Pakis dan Sukomanunggal.

📝 Tim Redaksi.