Ming. Sep 20th, 2020

Diduga Di kerjakan Asal Jadi Proyek PembangunanTurap Di Desa Karimunting Bengkayang Kalbar

News Investigasi86.Kalbar:

Proyek Bangunan Penahan Pantai bisa disebut Turap atau Pemecah Ombak tepatnya Desa Karimunting Kecamatan Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, di duga tidak sesuai Spek yang di syaratkan dalam perencanaan. Proyek Penahan Pantai memakai dana senilai Rp 304.400.000 (Tiga ratus Juta Empat Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) menggunakan anggaran APBN Murni Tahun 2020 pelaksana CV RIZKI ERA MANDIRI sesuai dengan nama papan plangnya di duga Terindikasi Korup.

Dari informasi yang di himpun awak media News Investigasi86 Com “Salah satu warga masyarakat Desa Karimunting Kecamatan Sungai Duri yang tidak ingin menyebutkan namanya dan membenarkan, proyek tersebut yang bernilai 3 ratus juta lebih itu menjadi perbincangan warga setempat, pasalnya di duga tidak sesuai spek bahan bangunan yang di syaratkan dalam perencanaan. Salah satunya adalah Kubus banyak yang terlihat pecah dan retak setelah saat di pasang Kubus tersebut, “ujarnya.

Lanjutnya “Kami Selaku Masyarakat Desa Karimunting Kecamatan Sungai Duri Kabupaten Bengkayang sangat bersyukur dengan adanya pembangunan di desa kami, namun sangat disesalkan proyek tersebut tidak sesuai seperti apa yang di depan warga masyarakat setempat.

“Kami Warga Masyarakat Desa Karimunting Kecamatan Sungai Duri Kabupaten Bengkayang, sangat berharap kepada Dinas terkait atau Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polda Kalbar, Kejari, dan Kejati, agar turun langsung kelokasi proyek tersebut untuk di cek kegiatan tersebut karena kami tidak sesuai dengan Perencanaannya, “Ucapnya,

Guna mencari kebenaran atas informasi tersebut, awak media mendatangi lokasi pembangunan proyek turap tersebut dan dilokasi nampak terlihat ada beberapa bahan bangunan Kubus yang retak dan pecah pecah.

Awak media News Investigasi 86 mewawancarai Ahmad selaku pengawas juga sebagai pengelola, mengatakan bahwa proyek Bangunan Pengaman Pantai atau Turap sudah selesai di kerjakan. Dan mengenai KUBUS itu kami mengambil di Pasir Panjang Singkawang, ingin lebih jelasnya silahkan tanyakan saja sama kontraktornya. “Pangkasnya Ahmad.

Awak meminta konfirmasi dari media kepada Pardinan selaku kontraktor proyek tersebut melalui Whatshapp dirinya mengatakan bahwa proyek tersebut belum selesai. Jawaban antara Ahmad dan Pardinan n tampaknya bertolak belakang. awak media mencoba lagi konfirmasi lewat Via Whatshapp kepada Pardinan namun anehnya Wa Kami di Blokir oleh Pardinan.

Bersambung …….

BAYU RUSANDI / RUDI K