Rab. Agu 12th, 2020

Panti Pijat, THM Sentra Eropa Kota Wisata Diduga Nekad Beroperasi Di Masa PSBB Transisi

News Investigasi86.Bogor :

Merebaknya Penyebaran virus Corona, belum mereda, bahkan Provinsi Jawa Barat memuncaki angka positif Corona se tanah air sebanyak 962 orang tanggal 9 Juli, kemaren.

Untuk Kabupaten Bogor, masih berlaku perpanjangan PSBB proporsional atau transisi sampai dengan tanggal 16 Juli 2020.

Dalam masa transisi ini beberapa kegiatan memang sudah dilonggarkan secara terbatas, untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, seperti pasar, juga peribadatan, dengan mematuhi protokoler kesehatan, sesuai Perbup no 40 tahun 2020.

Usaha usaha yang belum diperbolehkan diantaranya adalah : THM (tempat hiburan malam), Spa, discotik, karaoke, panti pijat dan berkedok panti pijat atau sejenisnya.

Akan tetapi dari informasi yang didapatkan dari warga, usaha usaha yang disebutkan tadi, masih saja ada yang nekad diduga beroperasi, di ruko ruko usaha yang ada di sentra Eropa, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

Terkait informasi tersebut, disela sela kunjungan peninjauan rapid test dan test swab massal Fresh Market, Kota Wisata, Jumat tanggal 10 Juli 2020, Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra,. SH, kepada awak media menyatakan, tidak menampik soal informasi itu.

Tetapi pihaknya selaku Kepala Desa, yang punya wilayah, telah menyurati, juga menghimbau, soal larangan izin beroperasi sampai pandemi Covid-19 ini dinyatakan aman, atau sampai menunggu surat edaran berikutnya.

” Untuk pengawalan dan tindakan regulasi dipatuhi atau tidak, juga apabila ada pelanggaran terkait kegiatan usaha usaha termaktub, yah itu merupakan ranah Satpol-PP dan aparat keamanan lain, sebagai bagian gugus tugas pengamanan, Kita ranahnya regulasi aja, terkecuali ada komplain, atau demo dari warga, yah, saya pasti turun” ujarnya tegas.

Di lokasi yang sama, awak media juga mengkonfirmasi hal yang sama, kepada Kasi Satpol-PP Kecamatan Gunung Putri, Suradi, tetapi jawaban nya terlalu diplomatis ” kami sudah menghimbau dan menghimbau belum diberi izin untuk beroperasi” ujarnya.

Bahkan ketika ditanyakan, sampai sejauh ini, apakah sudah pernah ada tindakan penindakan, seperti penyegelan? ” Kita harus kordinasi dulu dengan Satpol-PP Kabupaten” katanya seraya buru buru untuk melihat acara rapid test yang sedang berlangsung.

Kota Wisata, Ciangsana tempat usaha usaha termaktub berada dalam zona merah, tak bisa dipungkiri karena, wilayah ini, perlintasan warga dari luar, seperti Jakarta dan Bekasi dan kota lainnya.

Warga mengharapkan ketegasan pihak pihak terkait yang punya wewenang, supaya penyebaran virus Corona ini, dapat segera dikendalikan, kalau hal seperti ini dibiarkan, itu seperti mengharapkan hujan pada musim kemarau.

âś’Gultom