Rab. Agu 12th, 2020

Diduga Terbengkalai,Pompa Hindram Tidak Berfungsi Untuk Pengairan lahan Kering

News Investigasi86.Sulteng :

Pembangunan air di dusun Satu Desa Uedele,kecamatan Tojo untuk lahan kering di atas Gunung bantuan dari Pemda setempat dan Kementerian Pertanian sudah terlaksana dan Rampung di selesaikan guna membantu para petani lahan kering yang berada di atas pegunungan.Namu para petani tidak dapat metasakam azas manfaat dari pembangunan itu, pasalnya imtek dan pipa pengantar air tidak di pelihara oleh ketua kempok tani dan anggotanya ini akibatnya di duga merugikan uang negara.

Kelompok tani di dusun satu yang di ketuai oleh Bapak Aris. Seharuhnya merawat dan memelihara Pompa Hidram tersebut agar bisa di gunakan untuk mengairi Lahan tanah kering mereka. Dari hasil pantauan dan investigasi awak media, air yang dari imtek tidak tersalurkan ke bak terjunan pompa ,sehingga pompa tidak bekerja karena air tidak ada masuk ke pompa hidram dan diduga ketua kelompok tani beserta anggota tidak mengindahkan petunjuk konsultan pertanian dan teknisi pompa hidram,mengakibatkan petani lahan kering yang berada di puncak gunung tidak bisa menikmati manfaat air tersebut.ini bukan kesalahan dari pada konsultan dan teknisi pompa hidram ,melainkan kesalahan fatal dari pengelolah anggaran yaitu kelompok tani yang di tangani oleh Bapak Aris.

Masyarakat melaporkan kepada kepala Dinas pertanian bahwa imtek pipa yang untuk pengantar air ke bak terjunan pompa tidak berfungsi di karenakan petunjuk teknisi dan konsultan pertanian tidak di ikuti oleh ketua kelompok tani. awak media juga sudah komfirmasi via telpon kepada kepala Bidang Sapras Pertanian Ibu Hatim, beliau mengatakan sudah berulangkali memberi teguran kepada ketua kelompok Tani yaitu Bapak Aris,namun ketua kelompok Tani berdalih ini bukan kesalahannya,pada intinya yang memelihara bangunan tersebut adalah kelompok tani yang di pertanggung jawabkan oleh ketuanya “jelas Hatim.

Salah satu petani,Nurdin mengatakan pada awak media News investigasi 86.” kami sebagai petani sudah sering mengarahkan pada ketua kelompok tani bahwa bangunan ini salah,akibatnya pipa pengantar air itu patah dari sambungan sok karena tidak ada tuas yang di pasang.kami sebagai petani kecewa karena pemda touna dan kementan sudah membantu, namun ,pengguna Anggaran bekerja tidak mau di arahkan kejalan yang benar tegasnya.bahkan bak penampung yang ada dibangun di puncak gunung juga bocor.tidak bisa di fungsikan. Sebab ketua kelompok tidak mengindahkan arahan dari konsultan dan tekhnisi pompa.termasuk kami tidak di dengar.” pungkasnya.

Bersambung……..

📝 Nurdin.B/ ketut

hasil pantauan News investigasi 86. Hari rabu,24 juni 2020. Di Desa uedele Dusun satu kecamatan Tojo.kabupaten Tojo una-una.