Sebelum Di Serah terimakan , Divisi Pembangunan Ancol Diminta Cek Kualitas Proyek Rumah Pompa Dan Penampungan Air

News Investigasi86. Jakarta :

Sebelum serah terimakan hasil pekerjaan, Divisi pembangunan Taman Impian Jaya Ancol diminta cek kualitas, Quantiti serta Komposisi bahan bahan yang digunakan untuk pembangunan proyek Rumah Pompa dan Penampungan Air yang terbuat dari fiber yang kerjakan olah PT PT Fifa Jaya Abadi yang berada di Pantai Timur.

Pasalnya proses bangunan yang di kerjakan oleh PT Fifa Jaya Abadi itu Diduga tidak sesuai dengan B/Q (Bill of Quantity) Spek yang di tetapkan oleh Divisi Pembangunan Taman Impian Ancol.

Pembangunan Rumah Mesin Pompa dan Bak Penampungan Air dengan tinggi 3 meter dan panjang 15 meter yang terbuat dari fiber dengan daya tampung 4000 kubik tersebut, diduga di buat tidak sesuai Spek yang telah di tentukan. Hasil investigasi awak media di lapangan beberapa waktu yang lalu, besi untuk lantai mesin pompa yang seharusnya di pasang dengan besi 10 Ulir namun oleh kontraktor proyek tersebut di pasang dengan besi polos. Hal tersebut di benarkan oleh Ibu CUT kepala bagian (KABAG) pengawas proyek.

” Benar mas kemarin besi untuk lantai rumah pompa memang di pasang tidak sesuai keinginan kita (tidak sesuai Bill of Quantity), namun sempat katahuan oleh kita dan kita suruh bongkar kembali lantai yang sudah di Cor untuk di ganti besi yang sesuai keinginan kita (BQ) “, Ujar Ibu Cut ( Kepala Bagian Pengawas Proyek Taman Impian ) kepada wartawan Kamis 17/10/19.

Saat di konfirmasi wartawan, salah satu pekarja Proyek juga telah membenarkan kejadian tersebut. ” Benar mas, kemarin lantai bangunan ini sempat di bobok dan di ganti besinya, harusnya pake besi ulir mas tapi yang di pasang besi biasa, salah besi mas. “ujar salah satu pekerja proyek seakan menutupi kesalahannya.

Ketika ditanya terkait spek (BQ) pembangunan rumah pompa dan bak penampungan Air, Agus mandor Proyek tersebut tampak gugup sekali dan hanya memperlihatkan sekilas saja tanpa boleh di lihat detail untuk di pahami oleh wartawan.

Menurut informasi yang di peroleh wartawan dilapangan, bahwa kontraktor proyek tersebut telah di Blacklist oleh Divisi Pembangunan Ancol, namun oknum tersebut menggunakan PT Fifa Jaya Abadi (pinjam bendera) untuk ikut tender guna mendapatkan pekerjaan proyek di Ancol. Warno di PT ini hanya di perbantukan, bukan pemilik proyek.” Ujar Agus, sambil pergi meninggalkan wartawan.

Hingga berita ini di turunkan kepala Divisi Pembangunan Taman Impian belum bisa di mintai keterangan terkait pengawasan pekerjaan Pembangunan Rumah Pompa dan Penampungan Air tersebut.

Bersambung…….

( Endi Ruhita )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *