KORNAS TRC PA KECEWA ATAS TINDAKAN KPAI KOTA BANDUNG

News Investigasi86.Jakarta :

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kota Bandung, terima laporan anak yang kehilangan hak sekolahnya, lantaran sekolah mengeluarkan anak tersebut secara sepihak. Seperti di beritakan media online galamedianews.com, komisioner KPAI kota Bandung Dadang Hermawan mengatakan, ini terjadi di salah satu SMP favorit di Bandung, sekolah mengeluarkan anak tanpa melalui prosedur yang benar dan tanpa melalui terlebih memberikan siswanya pembinaan, padahal alasan pengeluaran anak yang duduk di kelas sembilan itu kenakalan wajar anak di usia menengah, terang Dadang,

“Sekolah tidak bisa serta mengeluarkan siswa, apalagi ini SMP harus ada pembinan dan pendekatan khusus agar siswa mengerti dan bisa berubah,” kata Dadang, di Bandung, Selasa (8/10/2019). 

Kemudian dari laporan tersebut Dadang dan tim nya, mengaku melihat ada beberapa kejanggalan dari adiminstrasi pemberian sanksi dan surat pengeluar siswa, sekolah lalai sudah mengeluarkan siswa dengan mall adiminstrasi, sehingga pengeluaran anak dari sekolah itu cacad hukum,

Kepada News Investigasi Deris Friyanto, SH salah satu komite sekolah menyampaikan” bahwa memang benar apa yang telah di sampaikan oleh Dadang Hermawan komisioner KPAI bahwa akhirnya pihak sekolah mengurungkan keputusannya untuk mengeluarkan (AR) dari SMPN 5 Bandung, dan meminta maaf dengan alasan ada kesalahan prosedur, Namun jujur saya sangat kecewa satu hal, KPAI telah ingkari kesepakatan bahwa tidak akan meng-expos permasalahan tersebut ke media, namun justru tadi (08/10/19) saya membaca di media online, komisioner KPAI malah memberikan statement yang seolah menyudutkan pihak sekolah “,ucapnya penuh kecewa.

Sementara melalui Celuller, Kornas TRC PA Naumi Supriadi (Bunda Naumi) Selasa’ 08/10/19 menyayangkan sikap dan tindakan KPAI yang tidak komitmen, seharusnya KPAI lebih mengedepankan hak – hak anak dan menjaga psikis anak, bukan malah teriak di media, sebaiknya KPAI lebih mengedepankan SOP dalam penanganan masalah anak, bukan hanya popularitas.

( Tim Investigasi86 )

Tinggalkan Balasan