Unit Tipikor Satreskrim Polres Sambas Tangkap Oknum PNS Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas Kalbar

News investigsi86.Sambas :

Anggota Unit Tipikor Satreskrim Polres Sambas telah melakukan penangkapan Oknum PNS Kecamatan Semparuk, oknum tersebut bernama Risian alias Iyan Bin Aris yang diduga telah melakukan pungutan uang terhadap pangkalan gas LPG 3Kg. Oknum PNS tersebut di tangkap di Ruko milik TJIN CHIN CHAN ( Korban) di Dusun Sekajau Desa Simpuam Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas. Oknum PNS tersebut menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial dan Informasi Kantor Camat Semparuk.

Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan Laporan informasi Nomor : LI/63/IX/RES.3./2019/Reskrim tanggal 10 september 2019;
Surat Perintah Tugas: Sprin-Gas/63.a/IX/RES. 3./ 2019/ Reskrim
Tanggal 11 september 2019;

Korban bernama TJIN CHIN CAN, TTL Tebas/ 16 juli 1987, laki laki, agama Budha, Pek. Wiraswasta di alamat dusun Semparuk Lorong Rt 024 Rw 008 desa Semparuk Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas.

Saksi bernama BONG DJAN FUI, TTL Sempalai / 09 juni 1970, laki laki, pek. Wiraswasta alamat dusun Nelayan Rt 003 Rw 002 Desa Sempalai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas.
Nama M. SANI, TTL simpuan/05 September 1973 laki laki Pek. Wiraswasta alamat dusun simpuan Rt 004 Rw 002 desa singaraya kecamatan semparuk kabupaten sambas. Ujarnya

Pelaku dapat di kenakan pasal 12 huruf (e) UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 368 KUHP. ” Pegawai negeri atau penyelenggaran negara yg dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunajan kekuasaannya, memaksa seseorang memberikan sesuatu, mrmbayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.”

Kronologis kejadiannya pada tanggal 28 agustus 2019 saudara Anen menyampaikan didalam grup whatsapp “DELTA SAMBAS” bahwa ada peneguran dari dinas KUMINDAG kabupaten sambas terhadap pangkalan LPG gas 3 kg, milik korban telah menjual gas LPG 3 kg diatas HET kabupaten
sambas.

Pada tanggal 29 agustus 2019 dikarenakan pangkalan korban tidak menerima penyaluran gas LPG 3 kg dari agen, sekira pukul 13,00 wib saudara Anen ( selaku AGEN LPG 3Kg), menelpon korban dan menyuruh korban menyerahkan uang kepada terlapor (Iyan) sebesar Rp 1,000,000,(satu juta rupiah) dengan alasan agar gas ZLPG 3kg dapat di distribusikan ke pangkalan milik korban.

kemudian sekira pukul 20,00 wib saudara ASUNG dan korban mendatangi rumah terlapor dan menyerahkan uang kepada terlapor sebesar rp 1,000,000,00 (satu juta rupiah).

Namun hingga tanggal 31 agustus 2019 pangkalan korban belum juga menerima penyaluran gas LPG, sehingga korban mendatangi terlapor dan menanyakan perihal tersebut, oknum PNS tersebut menyampaikan bahwa gas akan turun dengan syarat korban harus memberikan sejumlah uang lagi kepada sang oknum.

Tanggal 2 september 2019 sekira pukul 11,00 wib korbanpun menyerahkan uang kepada terlapor sebesar rp 1,000,000 (satu juta rupiah) sesuai apa yang di minta diwarung kopi Afui yg beralamat di dusun semparuk lorong desa semparuk, dengan harapan agar gas 3kg segera di kirimkan ke ruko miliknya.

Kemudian secara bersama sama Oknum PNS dan korban pergi untuk bertemu dengan ANEN selaku Agen Gas LPG 3kg dan korban di suruh membuat surat pernyataan tidak akan menjual gas LPG 3kg diatas HET kebupaten sambas.

Setelah itu korban menerima penyaluran dari saudara ANEN, kemudian tanggal 5 september 2019 Oknum PNS tersebut kembali meminta sejumlah uang kepada korban dan baru tanggal 11 september 2019 sekira pukul 13,00 wib di pangkalan milik korban di dusun sekajau desa simpuan kecamatan semparuk, korban menyerahkan uang sebesar rp 1,000,000,00 kepada terlapor,sesuai permintaan yang entah buat apa?.

Korban merasa telah di peras oleh pelaku, akhirnya korban melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polres Sambas

Berdasarkan Laporan korban, anggota unit Tipikor Satreskrim Polres Sambas, bergerak cepat dan melakukan penangkapa terhadap terlapor dan setelah dilakukan pengeledahan badan didapati barang bukti berupa amplop berwarna putih bertuliskan ” DARI ACAN” yang di simpan disaku celana sebelah kanan terlapor.

Kemudian korban dan terlapor di bawa ke mapolres sambas, untuk proses lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan :
a. Amplop berwarna putih bertuliskan ” DARI ACAN”
Berisikan uang tunai sebesar rp 1,000,000, (satu juta rupiah)
b. 1 (satu) Unit smartphone merk OPPO F7 youth.
c. 1 (satu) unit smartphone merk J2 Prime.

Pelaku kini di tahan di Polres Sambas untuk penyelidikan lebih lanjut dan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

( RUDI K )