Nenek Hidup Sebatangkara Makan Dari Uluran Tetangga, Dimana Hati Nurani Pemdesnya ??

News Investigasi86.Situbondo :

Menyedihkan sekali di jaman sekarang masih ada warga yang hidup jauh dari kata layak di tengah – tengah masyarakat, Nenek sebatangkara hidup dengan uluran tangan para tetangga,

Tepatnya di Kampung Duwet Selatan, Rt. 02 Rw. 01, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Sudiha (75) pemilik nomor NIK. 3512067006400011 tinggal di rumah gubug reot yang bersebelahan dengan kandang ternak milik tetangganya,

Agus Nadi (41) mantan ketua Rt 02, menerangkan bahwa Nenek Sudiha adalah penduduk asli daerah itu, suaminya telah lama meninggal, mempunyai seorang anak yang telah lama berumah tangga dan tinggal di kota lain, memang sejak dulu kehidupan Nek Sudiha sangatlah memprihatinkan,

Nek Sudiha kesehariannya hanya bersih-bersih masjid dan kadang – kadang membantu tetangga nyapu pekarangan rumahnya, sehingga untuk makan sehari-hari dari uluran tangan para tetangga,

Awalnya Nek Sudiha tinggal di selatan jalan kampung selama bertahun-tahun di pekarangan milik Pak Alqy (Tetangganya) namun na’as, rumah bambu yang di tempati Nek Sudiha itu 21/01/2019 yang lalu, ambruk ketimpa pohon besar saat musim hujan tahun lalu, untung Nek Sudiha selamat dari kejadian itu, terangnya,

Melihat kondisinya Nek Sudiha yang makin memprihatinkan, para tetangga yang di pelopori Agus Nadi, pada Pebruari 2019 lalu atas permintaan pemilik pekarangan (Alqy) rumah gubug Nek Sudiha di dirikan lagi di pekarangannya namun pindah di utara jalan, dengan swadaya warga sekitar, rumah bambu Nek Sudiha pun berdiri kembali,

Ada yang janggal dalam pendirian rumah bambu Nek Sudiha, karena hanya dari swadaya masyarakat sekitar rumah itu berdiri kembali, lalu kemana aparat pemerintah desa setempat ???

Padahal saat itu, Ahsan Sekdes Duwet sempat turun ke lokasi, dan berjanji akan mengupayakan bedah rumah, Namun hingga saat ini tidak ada kelanjutannya, tambah Agus,

” Kami sebagai tetangga hanya bisa membantu seadanya, harapan kami ada kebijakan dari kepala desa Duwet untuk dapat memberikan bantuan pendirian rumah Nek Sudiha yang lebih layak “, harapnya.

Di tempat terpisah, Sucipto dari Lembaga Aliansi Indonesia, sepakat dengan pendapat Agus, untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak buat Nek Sudiha, ” seharusnya butuh kehadiran pemerintah desa, saya lihat Nek Sudiha adalah warga Desa Duwet sesuai KTP yang di miliki,

” Sudah sepatutnya jika pemerintah Desa Duwet ikut bertanggung jawab atas adanya Nek Sudiha, kalau toh pekarangan tersebut bukan milik Nek Sudiha, bukan sebuah alasan bagi pemerintah Desa untuk tidak bisa membantu apa-apa, kepala Desa seharusnya punya kebijakan dalam masalah ini “,

” Dalam waktu dekat, saya akan temui Kepala Desa Duwet sekalian ingin tahu tentang penggunaan alokasi dana desa (ADD) yang selama ini di gelontorkan oleh pemerintah pusat, karena sebuah kewajiban kepala desa untuk transparan terkair anggaran negara “, terang Sucipto.

Bersambung….

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *