Diduga Di Korupsi, Proyek Pembangunan Jembatan di Dusun Kartini Desa Seburing Kecamatan Semparuk Sambas

News Investigasi86. Sambas :

Proyek pengerjaan pembangunan jembatan yang berukuran 6,0 x 2,0 m, dengan menelan anggaran Rp 34,607,000,00 (tiga puluh empat juta enam ratus tujuh ribu rupiah), yang terletak di dusun Kartini desa Seburing kecamatan Semparuk kabupaten Sambas di duga terindikasi adanya Korupsi.

Menurut nara sumber salah satu warga masyarakat dusun Kartini desa Seburing kecamatan Semparuk yang tidak ingin disebutkan namanya, memaparkan kepada awak media newsinvestigasi86.com,” bahwa pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut tidak sesuai apa yang di rencanakan “,Ujarnya.

Pasalnya awalnya pembagunan jembatan tersebut sudah diajukan 3,0 m, namun ternyata dalam pelaksanaan kegiatan dibangun 2,0 m ” jujur khususnya kami selaku masyarakat dusun kartini desa Seburing, benar benar sangat kecewa atas kinerja tim pengelola kegiatan TPK, seharusnya jembatan tersebut di bangun 3,0 m jadi kami menduga kegiatan tersebut diduga ada terindikasi dikorupsi ” Ujarnya.

Lanjutnya ” padahal pembangunan jembatan tersebut sempat di berhentikan oleh Pk RT dusun kartini, supaya pembangunan jembatan di kerjakan 3,0 m sesuai apa yang telah di ajukan, bahkan saat itu BPD dan WR turut di hadiri namun mereka tidak sama sekali berbicara alias bungkam ” Ujarnya.

” Yang lebih mengecewakan lagi kami selaku warga dusun kartini desa Seburing kecamatan Semparuk kabupaten Sambas, mendengar perkataan dari bpk Junaidi selaku ketua LPM mengatakan mana mungkin roda empat mau masuk kesini “, Ujarnya.

Menurut Hakimin selaku calon kepala desa 2020 ( saat itu beliau masih menjabat ketua Badan Permuyawatan desa BPD), pembangunan jembatan tahun 2018 di karenakan dana tidak mencukupi anggaranny ” Ujarnya.

” Kami selaku masyarakat desa Seburing kecamatan Semparuk kabupaten Sambas, sangat bersyukur dengan adanya pembangunan di desa kami, sebab itu kami berharap kepada tim pengelola kegiatan TPK, agar lebih transparansi terhadap masyarakat dalam mengelola anggaran dana desa ADD/DD kedepannya, khususnya di desa seburing lebih mengutamakan kualitas pekerjaan agar masyarakat lebih lama menikmati hasil pembangunan tersebut” Ujarnya.

” Dan kami berharap kedepanya pihak tim pengelola kegiatan TPK agar lebih benar benar mengutamakan hasil pekerjaan, bukan hanya pembangunan yang bersifat kualitas dan transparan ” Ujarnya.

RUDI K

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *