Terkait Pemindahan Proyek Jalan Gang Batsuka Ke Gang Keladi Sepihak Inspektorat Ketapang Angkat Bicara

News Investigasi86, Ketapang :

Kasus pengerjaan proyek jalan rabat beton Gang Batsuka yang dipindahkan ke Gang Keladi secara sepihak oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat sangat disayangkan oleh Kades Kali Nilam Ketapang.

Seperti diberitakan edisi sebelumnya, Kades Kalinilam Sudirman mengatakan proyek jalan Gang Keladi yang dikerjakan sekarang tidak benar. Seharusnya pembangunan tersebut dilaksankan di Gang Batsuka RT 24 atau tepatnya di perbatasan antara Desa Suka Bangun dengan Desa Kalinilam.

Kepala desa juga menyanggah atas pernyataan Kabid Pemukiman dan Lingkungan Hidup Uti Roestam Efendi yang menuding dirinya telah mengetahui pemindahan pekerjaan tersebut bahkan memberikan keterangn secara tertulis.

Dijelaskan, bahwa Pihaknya juga tidak pernah baik secara langsung atau tidak langsung turun bersama-sama dengan pihak dinas maupun kontraktor menunjuk lokasi pengerjaan proyek jalan dimaksud.

“ Tidak benar tuduhan kepada saya telah menanda tangani surat persetujuan atau penunjukan bahwa Gang Keladi adalah Gang Batsuka. Jika ada, mana suratnya,” ujar Sudirman

Pihak dinas harus menyadari bahwa mereka mempunyai tenaga tekhnis, dimana setiap tenaga tekhnis pasti tahu titik kordinat. Selain itu sudah dapat dipastikan bahwa, sebelum bekerja mereka akan melakukan survey untuk menetukan di mana lokasi perkejaan.

“ Mereka kan ada tim tekhnis dan telah melakukan survey. Tim tekhnis sudah pasti tahu titik kordinat. Maka jangan salahkan kami, mengapa survey di tempat yang satu dan bekerja di tempat lain pula !” ungkap sang Kades.

Kepala Inspiktorat Kabupaten Ketapang Devi P. Frantito, S. Sos, ketika saat dimintai keterangan, menyatakan bahwa pihaknya belum mendapat laporan tentang kasus tersebut.

Meskipun demikian Devi menegaskan setiap pekerjaan proyek harus sesuai rencana awal atau sesuai dengan RKPD.

Sebelum mengerjakan proyek, pihak dinas seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan aparat setempat, sesuai survey dan titik kordinat sehingga tidak salah tempat. Jika terjadi pemindahan, harus sesuai prosedur atau mekanisme yang ada.

“ Mungkin saja ada kesalahan-kesalahan, sehingga harus dipindahkan. Namun rencana pemindahan tersebut harus terlebih dahulu disampaikan dan dibahas dalam pertemuan pertemuan selanjutnya, sehingga tidak melanggar mekanisme yang ada” terang Devi.

Inspektorat mengucapkan terima kasih kepada media News Investigasi86 atas informasi ini. Berita di media newsinvestigasi86.com, akan dijadikan data awal sebagai bahan analisa. Meski demikian dia belum dapat menyatakan sangsi apa yang harus dikenakan kepada mereka, karena pihaknya harus mendalami kasus tersebut.

“ Dengan keterbatasan personil, alangkah baiknya jika masyarakat membuat laporan. Sehingga kami bisa menjadwalkan penanganan kasus ini. Dan Insya Allah saya akan segera menghubungi dinas terkait,” ungkapnya tegas.

Pengerjaan proyek jalan lingkungan pemukiman yang di duga salah lokasi tersebut dikerjakan oleh CV Fadifa Berlian. Sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : 603/253/PPK-APBD/PERKIMLH-B/2019, dengan nilai kontrak Rp. 96.342.000,- (Sembilan puluh enam juta tiga ratus empat puluh dua ribu rupiah).

Untuk menutup perbuatan tersebut pihak dinas dengan segaja mengubah Gang Keladi tersebut menjadi gang Batsuka, dengan membuat plang nama yang baru melalui tangan kontraktor

Sampai berita ini dilansir, News Investigasi86, masih mendalami kasus tersebut.

Bersambung……

(Tris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *