Diduga, Maraknya Pembelian Solar Bersubsidi Dengan Tangki Modifikasi Kapasitas 2000 Liter Dan Dijual Kembali Dengan Harga Industri Di Back Up Oknum

newsinvestigasi86.com, Tuban :

Maraknya Pembelian Solar bersubsidi dengan menggunakan Mobil Pick up
dengan Tangki yang sudah di modifikasi bisa memuat 2000 liter, Berhasil di Ungkap oleh Tim Media News Investigasi.

Awak media langsung turun ke lapangan guna mencari kebenaran laporan dari masyarakat tentang penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang digunakan untuk kepentingan industri.

Rabu malam pukul 22’45 WIB, Awak media Melihat langsung sebuah mobil pickup dengan tangki yang sudah di modifikasi Nopol W 8999 LH sedang mengisi Solar Bersubsidi, saat di tanya awak media sang supir mengatakan hanya di suruh bos untuk belanja solar di SPBU 5462313 di desa Tegalbang kecamatan Palang Tuban Jawa Timur. Modusnya, pembelian solar bersubsidi ini dilakukan di SPBU di wilayah Tuban dengan menggunakan mobil Pick up dan tangki air yang sudah di modifikasi untuk mengelabui petugas.
Sopir Mobil tersebut langsung menelpon Bos nya untuk merapat ke lokasi, selang tidak berapa lama,datang beberapa orang suruhan si bos besar untuk melakukan mediasi dengan awak media, salah satunya berinisial Iwan berusaha merayu Tim investigasi86 dengan iming iming akan memberikan uang 2juta agar tidak di beritakan di media, namun para awak media tidak bergeming dengan rayuan mereka.

” Penyalahgunaan BBM bersubsisdi dijual ke industri tentunya tidak boleh, tentu ini tindak pidana dan intinya ini merugikan masyarakat yang harusnya menerima subsidi. Makanya kita ungkap,” Ujar Pemred News Investigasi.

Menurut Informasi dari masyarakat SPBU tersebut adalah milik mantan Bupati Tuban. Dan diduga adanya pembiaran dari aparat penegak hukum setempat serta aparat terkait.

Para tersangka membeli solar bersubsidi di SPBU dengan menggunakan tangki yang sudah di modifikasi berkapasitas 2000 liter.

Solar bersubsidi itu kemudian dibawa ke gudang penyimpanan dan kemudian di jual ke nelayan dan ke pelaku bisnis dengan harga industri.

Pelaku sendiri membeli solar bersubsidi ini dari SPBU, bekerja sama dengan operator SPBU yang diiming-imingkan mendapatkan Bonus per liternya.

Solar bersubsidi itu dibeli dengan harga Rp 5.150 per liter. Aksi ini dilakukannya setiap malam, dengan pembelian solar mulai dari 3.000 liter hingga 8.000 liter.

Ada indikasi pelaku ada main dengan SPBU nya, manajemennya atau tingkat atasnya lagi, dam terindikasi ada di bekingi oknum aparat penegak hukum.nanti kita selidiki lagi.

Menurut Informasi dari narasumber RN, ” pelaku sudah menjalankan bisnis tersebut sejak lama, dengan menjual solar bersubsidi ini ke perusahaan industri seharga Rp 7.300 per liter.”

Dalam satu minggu pelaku bisa mengambil ke SPBU tiga sampai empat kali, ambilnya malam hari. Ada pun keuntungan yang didapatkan pelaku hampir Rp 200 juta setiap bulannya.

” mobil pick up sebenarnya untuk mengangkut air, jadi untuk kamuflase saja. Padahal, isinya BBM bersubsidi yang diambil dari SPBU yang kemudian diarahkan atau dijual ke beberapa industri,” ujar RN.

Di duga adaketerlibatan oknum pegawai SPBU yang membantu pelaku.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

(Broy – Parlin)

Tinggalkan Balasan