Diduga Masih Adanya Pungli PPDB Di Kota Singkawang

newsinvestigasi86.com,Singkawang :

Pungutan Liar ( PUNGLI ) suatu tindakan yang melawan hukun yang satu ini seperti nya sulit sekali untuk di hapus atau dihentikan,berbagai cara dilakukan oleh Oknum untuk melakukan Pungli ini.
Walikota Singkawang Tjhai chui mie sudah mengingatkan kepada sekolah yang ada di kota Singkawang, agar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB ), untuk tidak melakukan yang namanya Pungli atau pun pungutan yang tidak jelas (sumber dari salah satu media online ).

Namun masih saja terjadi praktek pungli dalam Penerimaan Peserta Didik Baru, beberapa waktu lalu Nana salah satu orang tua murid yang mendaftarkan anak nya di SMPN 4 Singkawang harus mengeluarkan dana sebesar Rp 800.000 untuk memasukan anak laki lakinya ke sekolah tersebut.

“ memang benar ada biaya yang kami bayar dan rincian yang di bayar ada di lembaran kertas yang di berikan, biaya tersebut memang sudah di sepakati bersama antara orang tua murid dan sekolah, ”ungkap nana ke media News Investigasi86.

Dugaan praktek pungli ada juga di beberapa sekolah melakukan hal yang sama , sampai ada yang meminta dana ke orang tua murid untuk iuran membeli CCTV sekolah .

Awak media News Investigasi meminta konfirmasikan kebenarannya kepada pihak sekolah, Kepala Sekolah SMPN 4 singkawang membenarkan ada nya iuran tersebut “ kami hanya memfasilitasi siswa yang ingin dibantu pengadaan pakaiannya dan pembayarannya juga bisa di cicil, untuk bahan dan harga pakaian nya itu di sepakati oleh orang tua murid dan komite sekolah dan yang di wajibkan hanya membuka rekening tabungan di Bank Kalbar sebesar Rp 20.000,-, hal itu kami wajibkan dengan tujuan menumbuhkan karakter supaya hemat dan gemar menabung nanti nya ” jelas kepala sekolah SMPN 4 kota singkawang Noorbaiti kepada awak media.

Terkait masalah dugaan Pungli ini, Kepala dinas Pendidikan kota singkawang melalui pesan singkatnya ke media news investigasi 86 menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah di respon oleh walikota singkawang dengan cara memanggil kepala sekolah yang di beritakan diduga melakukan pungli dan sampai saat ini belum terbukti ada nya Pungli tersebut.

LSM LP KPK Komcab Kota singkawang Rudi juga menanggapi masalah pungli tersebut “ dalam hal ini walikota singkawang sudah menghimbau dan memperingatkan tapi mungkin dalam pengawasan nya kurang sehingga hal hal dugaan seperti ini terjadi, masyarakat awam wajar berpendapat bahwa sekolah SMPN ini gratis karena berita itu sudah bukan rahasia umum lagi, saya rasa ini kurang nya pengawasan dan sosialisasi kemasyarakatnya tentang bahasa sekolah gratis itu ”.ungkap Rudi.

Menanggapai pernyataan kepala dinas pendidikan kota singkawang Rudi mengatakan ” kalau hal ini Cuma di sikapi dengan memangil kepala sekolah nya saja tanpa melibatkan orang tua murid dan pengawas pendidikan dan juga orang orang yang ahli di bidang ini ( dugaan pungli) hal itu tidak bisa menyelaskan masalah ini,dan juga kurang transparan jadinya, intinya begini, saya menilai sekolah memfasilitasi murid itu baik, selama harga seimbang, tapi yang jadi masalah bagi saya adalah, ini khusus yang SMP, disitu ada pembelian pakaian Biru putih keseluruh siswa baru …mengapa itu terjadi..? sedangkan hampir setiap tahun nya pemerintah dalam hal ini melalui dinas pendidikan selalu menganggarkan pengadaan pakaian sekolah .kalau saya menilai itu yang jadi permasalahan yang harus di jelaskan ke publik, inti nya tranparansi yang dibutuhkan oleh warga kota singkawang ini”, pungkasnya.

( RD – Yopi NI.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *