Galian Liar Marak Di Klapanunggal, Aparat Terkesan Tutup Mata?

Galian Liar Marak Di Klapanunggal, Aparat Terkesan Tutup Mata?

newsinvestigasi86.com, Bogor :

Maraknya Galian tanah yang diduga tanpa izin, terjadi di daerah desa Lulut bersebelahan dengan kawasan pengolahan sampah yang masih mangkrak.

Untuk mengetahui kebenarannya awak media newsinvestigasi86.com, melakukan investigasi ke lokasi dan menemukan setidaknya ada tiga (3) lokasi penggalian yang merambah bukit bukit hutan lindung, sehingga terlihat kerusakan lingkungan dan ekosistem yang ada. Kerusakan yang terjadi sungguh sangat memprihatinkan, apalagi menjelang musim hujan mendatang bisa berdampak longsor.

Para bos besar galian yang beroperasi di tiga lokasi berbeda, berinisial Haji (A), bos (M) dan bos (S) dengan leluasa dan aman menjalankan aksinya mengeruk tanah dengan alat alat berat dan diangkut ratusan dumtruck siang malam. Dan juga patut diduga indikasi penyalahgunaan BBM solar bersubsidi untuk aksinya tersebut serta di duga tidak adanya ijin lingkungan serta ijin pemakaian alat alat berat, dan di lokasi ditemukan belasan jerigen berisi solar.

Awak media mencoba minta konfirmasi kepada mandor lapangan, namun sang mandor terkesan menghindar & enggan memberikan keterangan,” Kita kita cuma kuli pak “.ujarnya.

Pada tanggall 2 Agustus 2019 lalu awak media mendatangi kantor Polsek Klapanunggal untuk minta konfirmasi kepada Kapolsek Klapanunggal AKP Suryo Purnomo SH dan juga Kanit Reskrim IPTU Enjo Sutarjo SH, keduanya menyatakan tidak tahu menahu mengenai galian tersebut,” benar’benar gak tahu “. ujarnya. Tapi yang menjadi pertanyaan dalam pengamatan media, truk-truk itu melewati dari jalan samping kantor Polsek Klapanunggal dalam pengangkutan material tanah galian tersebut.

Kapolsek justru berterimakasih kepada awak media atas informasi ini dan berjanji akan segera memerintahkan anak buahnya meluncur ke TKP

Hari Rabu tanggal 7 Agustus, awak media mendatangi kantor camat Klapanunggal kabupaten Bogor, untuk menemui Camat, sebagai kepala wilayah TKP, meminta konfirmasi.

Dalam keterangan nya Deni Humaedi AS selaku PLT camat Klapanunggal, membenarkan adanya galian tersebut dan sudah menegur dan meminta untuk menghentikan operasional galian, seminggu lalu melalui surat dan lisan kepada pihak-pihak terkait.

Bahkan PLT kades Lulut Wahyu, juga telah melaporkan perihal di TKP kepadanya selaku atasannya.” Soal perizinan bukan ranah saya tapi pemprov Jawa Barat “. ujar sekcam dan sekarang PLT Camat

Sampai berita ini diturunkan belum terlihat kepatuhan oknum terkait dan tidak ada tindakan tegas, dumtruck masih terus beroperasi.

(Gultom – news investigasi86)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *