Di Duga Merusak Lahan Tanaman Warga, Kepala Desa Sengkaharak Di Laporkan Ke Polisi

Di Duga Merusak Lahan Tanaman Warga, Kepala Desa Sengkaharak Di Laporkan Ke Polisi

newsinvestigasi86.com. Kalbar :

Warga Desa Sengkarak Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Berinisial Unggang mendatangi Kantor Polsek Tumbang Titi pada hari Kamis Tgl 01 Agustus 2019 dan di dampingi oleh Sandi selaku Aktifis. Tentang lahan dan tanaman Kelapa Sawit milik Katul orang tua pelapor Unggang berdiameter 50 X 100 Meter Persegi berdasarkan data Sertifikat Hak milik.

Di duga Oknum Aparat Desa Sengkaharak terdiri Sekdes berinisial Nurmaludin, BPD bernama Agustinus Tardo serta Kepala Dusun 04 bernama Triyono, telah melakukan pengrusakan lahan tanaman Kelapa Sawit milik Katul, pada hari senin tgl 24 Juni 2019 di Dusun 04 atas perintah oknum Kepala Desa Sengkaharak bernama Nion.

Unggang selaku anak kandung dari Katul merasa sangat di rugikan oleh perbuatan Oknum Aparat Desa Sengkaharak yang di duga telah melakukan pengrusakan lahan tanaman kelapa sawit miliknya,” kami mengalami kerugian 11 (sebelas) batang Pohon Kelapa Sawit dengan nilai kerugian sekitar Rp 95.700.000,- (Sebilan Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) dan kami sungguh merasa kecewa terhadap kinerja Oknum Aparat Desa Sengkaraharak yang telah berbuat semena – mena terhadap masyarakat petani kecil, per masalahan tersebut kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum agar kami masyarakat petani kecil mendapatkan Hak perlindungan HUKUM “.

Lahan kelapa sawit yang di rusak oleh oknum aparat desa (red).

Sandi selaku Aktifis Lingkungan mengatakan memang benar pada hari kamis tgl 01 Agustus 2019 ikut mendampingi Warga Dusun 04 Desa Sengkaraharak berinisial Unggang melaporkan Oknum Aparat Desa ke Polsek Tumbang Titi, terkait lahan Tanaman Kelapa Sawit orang tua Unggang berinisial Katul yang di duga dirusak oleh Oknum Aparat Desa atas perintah Kepala Desa Sengkaraharak berinisial Ibu Nion.

Sandi juga mengatakan, berdasarkan UU No 30 Tahun 2009 Pasal 52, setiap orang maupun ketenaga jaringan listrik yang akan memasang jaringan listrik, wajib membayar tanah & Bangunan serta Tanaman, di haruskan mengganti rugi, Apa bila tidak di realisasikan ganti rugi terhadap yang ber Hak atas tanah dan tanaman tumbuhan. Maka pasal 30 Ayat (1) berbunyi setiap orang tidak melakukan atas HAK orang lain maka di ancam dengan Pidana selama 3 (tiga) tahun kurungan penjara dan Denda Rp 3.000.000.000.(tiga Miliar )

Alasan mengapa kepala desa Sengkaraharak Ibu Nion memerintahkan Sekdes Nurmaludin, BPD Agustinus Tardo serta Kepala Dusun 04 Triyono, untuk melakukan pengrusakan lahan tanaman kelapa sawit milik warga berinisial Katul hanya menggunakan dan berpedoman pada Surat Himbauan Bupati Ketapang Kalimantan Barat dan surat Himbauan Menteri Ketenaga kelistrikkan, Himbauan tersebut berbunyi jika anak – anak bermain layang – layang dilarang bermain di bawah jaringan listrik dan apa bila ada tanaman tumbuhan yang mengganggu aliran jaringan listrik, harus di pangkas tanpa ganti rugi. Himbauan tersebut jika sudah ada jaringan yang sudah lama terpasang bukan pemasangan jaringan listrik baru , Kepala Desa Sengkaharak Ibu Nion menyalah artikan surat Himbauan tersebut, sehingga lahan tanaman kelapa sawit milik Katul mengalami kerusakan dan kerugian yang sangat besar serta hilangnya mata pencarian keluarga Katul akibat ulah Oknum Aparat Desanya.

( Evi Zulkipli / Yopi N.i ) .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *