Kedapatan Edarkan Sabu, Pria Rabun Asal Langkap Dibekuk Satresnarkoba Polres Bangkalan Madura

newsinvestigasi86.com. Bangkalan :

Satu lagi bukti keseriusan kepolisian RI dalam memberantas peredaran gelap Narkoba di wilayah NKRI, Satresnarkoba Polres Bangkalan dalam membasmi jaringan peredaran barang haram jenis narkoba rupanya bukan hanya isapan jempol belaka,

Satresnarkoba dibawah komando Kasat Narkoba baru AKP. Soekris Trihartono, S.Sos. kembali membekuk pria berinisial MH (46 tahun) asal langkap karena kedapatan mengedarkan ratusan paket narkoba jenis sabu. (11/07/19)

MH bukanlah orang baru sebagai pengedar Narkoba, Dia pernah mendekam di balik jeruji besi selama 6 tahun 2 bulan dengan kasus yang sama, namun beda barang bukti yang disita oleh aparat kepolisian,

Kepada polisi, MH mengaku bahwa selama mengedarkan barang haram sama sekali tak menggunakan alat komunikasi dalam bentuk apapun karena kondisi mata dalam keadaan rabun.

Kasatresnarkoba Polres Bangkalan AKP. Soekris Trihartono, S.Sos. menjelaskan ” bahwa saat ditangkap oleh petugas, MH memang sangat cerdik, dia menyembunyikan barang bukti Sabu yang siap edar tersebut di lokasi yang strategis dan susah dijangkau, namun kecerdikan petugas tak bisa di kelabuhinya, barang haram jenis sabu sebanyak 127,06 gram berhasil kami amankan,“tutur mantan Kanit Idik I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tersebut kepada News Investigasi,

Perwira balok tiga tersebut juga menyatakan bahwa saat ini kasus MH masih dalam tahap pengembangan. ” Akan kami kembangkan lebih lanjut untuk bisa membekuk bandar sabu, Ini yang terpenting,

Senada dengan AKP. Soekris, Wakapolres Bangkalan Kompol Hendy Kurniawan, S.Sos. dalam press release hari ini, Senin (15/07/2019) di Mapolres Bangkalan menjelaskan jika MH saat ini Terancam dikenai pidana minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.

Tersangka MH dikenai Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Peredaran Narkoba dan dikenai hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda maksimal 10 milliar rupiah “, Tambah pria asal Surabaya Tersebut,

Di kutip dari hasil pemeriksaan, Peran pelaku MH merupakan pengedar, dibawah produsen dan bandar, MH merupakan residivis dengan kasus yang sama dan baru menghirup udara segar kisaran 6 bulan yang lalu.

Di pastikan hukuman yang akan diterimanya jauh lebih berat, ini juga kami berlakukan kepada siapapun untuk memberikan efek jera agar tidak lagi menggunakan barang haram tersebut,” Terang Kompol. Hendy saat memberikan keterangan kepada sejumlaj awak media.

Sumber : Humas Res Bangkalan

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *