Diduga Pengerjaan Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah Di Desa Muncung Kecamatan Kronjo, Asal jadi Dan Terindakasi Adanya Korupsi

Newsinvestigasi86.com,Kab.Tangerang :

Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di Desa Muncung Kecamatan Kronjo Kab.Tangerang diduga proyek siluman dan pengerjaannya pun diduga asal asalan alias asal jadi, pasalnya pembangunan TPT tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek, padahal pelaksanaan pengerjaannya sudah mencapai 50% berjalan.

Tentu hal demikian memicu dugaan kecurigaan bahwa pengerjaan pembangunan TPT tersebut merupakan pekerjaan sesuka hati atau proyek “Siluman”dan terindakasi terjadi tindak pidana Korupsi, tidak adanya papan informasi terkait pembangunan otomatis masyarakat tidak mengetahui berapa jumlah anggaran dan nama kontraktornya, yang harusnya informasi dan transparansi terkait proyek pengerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah tersebut menjadi hak masyarakat publik untuk mengetahuinya.

Beberapa nara sumber warga sekitar,salah satunya RN mengatakan kepada awak media newsinvestigasi86.com ” kami gak tau bang mengenai proyek ini siapa pelaksananya dan siapa pengawasnya, dari mana anggarannya dan berapa besar anggaranya, sedangkan pengerjaanya sudah berjalan beberapa hari bang, mana kami bisa tahu..papan infomasi tidak di pasang,bang “ujar warga.

Oleh beberapa warga dilokasi, perihal tersebut pernah ditanyakan kepada salah satu pekerja yang ada dilokasi proyek, “ tetapi pekerja tersebut juga tidak mau memberikan informasi,” tambahnya.

Awak media newsinvestigasi86.com, mendatangi ke lokasi pengerjaan, untuk mencari kebenaran tentang informasi dari masyarakat. Tampak terlihat pengerjaan pemasangan batu asal-asalan bahkan batu bekaspun dipasang. Tim Investigasi86.com mendatangi kepala desa Muncung, guna meminta konfimasi terkait permasalahan tersebut konfirmasi pihak yang terkait, dirinya mengatakan dan menjawab seperti tidak terjadi masalah apa apa ” nanti saya kasih tau yang dilapangan agar merapihkan pengerjaanya, ” ujarnya.

Terkait adanya penyimpangan dan tidak di pasangnya Papan Informasi pengerjaan proyek Pembangunan Tembok Penahan Tamnah tersebut, hal ini sudah tentu bertentangan dengan aturan UU Nomor 14 Tahun 2008, tentang informasi keterbukaan publik. Masyarakat berharap agar dinas terkait diharapkan memberikan sanksi terhadap para pemborong ataupun pelaksana proyek yang nakal dan agar tidak mengabaikan aturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah dinas terkait. Dan Masyatakat berharap agar Bupati Serang melalui intansi terkaitnya melakukan Audit atas penggunaan dana pengerjaan Proyek tersebut.

( Tim Investigasi86.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *