“Agung Wilis” Banyuwangi Bambu Festifal 2019

"Agung Wilis" Banyuwangi Bambu Festifal 2019

News Investigasi86.Banyuwangi :

Dalam agenda Banyuwangi Festival 2019, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar keunikan dengan kostum yang berbahan dasar bambu bertajuk Banyuwangi Bambu Festival 2019, Sabtu (15/06/2019).

Kegiatan yang sudah berlangsung 3 kali di setiap tahun itu diselenggarakan di desa pengrajin bambu, yakni Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi.

Adapun tema yang diangkat pada festival bambu kali ini adalah “Agung Wilis” Sosok salah satu pejuang kerajaan Blambangan pada masa penjajahan VOC Belanda tahun 1767 – 1768.

Tidak kurang dari 50 peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, Mereka memperagakan kostum yang terbuat dari bahan dasar bambu mulai dari sepatu, baju, bahkan mahkota yang digunakannya terbuat dari bambu.

Kepala Desa Gintangan Rusdiana menuturkan bahwa dengan adanya Festival Bambu ini bukan hanya perolehan apresiasi saja, tetapi juga berdampak pada perekonomian Desa Gintangan.

Dampak luar biasa dengan adanya Bambu Festival ini bukan hanya perolehan, tetapi dampaknya kepada masyarakat terutama di bidang perekonomian.” Tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda sangat mengapresiasi acara Banyuwangi Bambu Festival yang sangat layak untuk dijadikan agenda Banyuwangi Festival karena keunikan dari kreatifitas masyarakat desa pengrajin bambu tersebut.

Jadi memang Gintangan ini salah satu desa menghasilkan produk UMKM berupa anyaman Bambu, tapi brand-nya ingin kita naikkan ke dunia internasional, makanya kenapa kita pilih salah satunya adalah fashion show dalam bentuk baju yang berbahan dasar bambu.” ungkapnya.

Bramuda menambahkan, pihaknya juga akan mendukung pegiat UMKM tersebut dengan merubah pengadaan ATK yang awalnya berbahan kertas, dirubah menjadi bambu.

Tentu kita akan men-support ya, salah satunya bagaimana produk-produk yang selama ini berbahan kertas, kita rubah menjadi bambu. Mulai dari tas, lalu UMKM yang selama ini kita gunakan sebagai ATK, kita akan coba merubah dengan bambu. Dengan demikian ada kepedulian dari Pemerintah daerah dalam rangka menghidupi dan menghidupkan kembali Gintangan sebagai salah satu destinasi wisata desa bambu di Kabupaten Banyuwangi.” tambahnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Banyuwangi Festival 2019 kali ini hanya berlangsung 1 hari, mulai pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Dengan diiringi musik, para peserta dengan bangga memperagakan kostum uniknya. Berjalan di atas catwalk sembari menari dan menebar pesona kepada para penonton yang hadir pada acara Banyuwangi Bambu Festival 2019.

(Gus/Cafunk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *