Pemkab Tangerang Tutup Mata, Keadaan Kali Cituis Sangat Memprihatinkan

News Investigasi 86, Tangerang :
Masyarakat Nelayan Desa Surya Bahari dan Masyarakat Nelayan Suka Wali Kecamatan Paku Haji Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, mengeluhkan keberadaan Kali / Sungai Cituis yang sudah sekian tahun belum juga ada pengerukan, sehingga menyebabkan pendangkalan yang membuat para nelayan di Dua ( 2) Desa tersebut mengalami kesulitan bila mana mau pergi kelaut maupun sebaliknya, Kali / Sungai Cituis kurang mendapat kan perhatian dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

H.RADEN Tokoh Masyarakat Nelayan Desa Surya Bahari Kecamatan Paku Haji Kabupaten Tangerang mengatakan kepada Media News Investigasi86 di Dermaga Kali.” kami selama ini cuma di kasih janji manis dari pejabat Pemarintah Daerah pada waktu melakukan kunjungan melihat langsung keberadaan Kali / Sungai Cituis yang sangat memprihatinkan “.

lanjut H .RADEN Kali ” Sungai Cituis sudah sekian tahun belum tersentuh pengerukan Kalinya, sehingga para nelayan dari Dua (2) Desa tersebut merasa kesulitan apabila mana mau pergi kelaut maupun pulang dari laut apa lagi bila air dalam keadaan surut, Kami meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah agar Kali / Sungai Cituis dilakukan pendalaman dan penge rukan sehingga bisa menunjang dan mening katkan perekonomian masyarakat di Dua (2) Desa tersebut, para nelayan telah membatu pemerintah Daerah dari hasil setiap menjual tangkapan ikan di Tempat Pelelangan Ikan / TPI CITUIS para nelayan di pungut retribusinya “.

Hal senada juga di katakan HERMAN selaku tokoh Nelayan Desa Surya Bahari,dia mengatakan kepada Media News Investigasi86 di tempat tinggalnya Rt.03 / 01 ” mengharapkan pemerintah pusat dan pemerintah Daerah serta Instansi terkait agar memperhatikan keluhan para Nelayan di Dua (2) Desa tersebut, agar Kali / Sungai Cituis yang berlokasi di Desa Surya Bahari dan Desa Suka Wali Kecamatan Paku Haji,di lakukan pendalaman Sungainya agar nelayan merasa nyaman bila mana mau pergi kelaut maupun pulang dari laut dan tidak terkendala kandas “.

Lanjut Herman” karena kami berserta semua Nelayan yang ada di Dua (2) Desa tersebut setiap menjual hasil tangkapan ikan di Tempat Pelelangan Ikan / TPI CITUIS kami di kenakan Bea 3 % untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang Banten .” Ucap nya.

Awak media News Investigasi86 juga mewawancarai salah satu masyarakat nelayan Pulau Lancang Kecamatan Kepulau an Seribu bernama TIYA, mengatakan” di Dermaga Penyeberangan Pelabuhan Cituis sangat prihatin melihat keadaan Kali / Sungai Cituis yang dangkal bila mana air surut, kami merasakan kesulitan Kapal Feri yang kami tumpangi mau bertambat maupun sebaliknya “.

Lanjut Tiya ” kami meminta kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah serta Kabupaten Tangerang agar Kali / Sungai Cituis diadakan pengerukan dan pendlaman agar Kapal Kapal Feri / Penyemberangan yang datang dari kepulauan Seribu berjalan lancar bila mana berlabuh di Dermaga Pelbuhan Cituis Desa Surya Bahari Kecamatan Paku Haji Kabupaten Tangerang Banten .” Ujarnya.

Staf honor Dinas Perhubungan Pelabuhan Cituis, saat di konfirmasi awak media mengatakan ” kalau masalah pengerukan Kali / Sungai Kali Cituis akan di laksanakan pada Tahun 2019 oleh Pemer intah DKI JAKARTA karena oekerjaan Pengerukan Kali / Sungai Cituis sudah di rapatkan “,ujarnya.

Saat awak media News Investigasi meminta ijin ingin bertemu pimpinannya, staf honor tersebut mengatakan bahwa Pimpinan tidak ada di kantor, sedang rapat masalah pekerjaan pengerukan Kali / Sungai Cituis. ” pimpinan Kantor Dinas Perhubungan Pelabuhan Cituis yang menghadiri rapat, kami hanya mendengar nya kalau Tahun 2019 Kali / Sungai Cituis akan ada pengerukan / pendalaman “tuturnya.

Manajer TPI / Tempat Pelelangan Ikan Cituis berinisial SURYADI, saat di konfirmasi mengatakan, ” bahwa dangkalnya muara Cituis adalah masalah besar bagi nelayan Cituis, karena kalau dalam keadaan surut, baik kapal yang mau berangkat maupun pulang tidak bisa berjalan atau melintas karena kandas, ditambah dengan masuknya kapal Very dari pulau seribu yg akan bersandar ke dermaga, sering terjadi keributan karena kapal nelayan tertabrak oleh kapal Very ” ,

” kami dari pihak TPI sudah mengusulkan ke Dinas perikanan Provinsi secara lisan di setiap ada kunjungan dari dinas perikanan provinsi Banten ke Cituis
,karena sekarang sudah menjadi kewenangan provinsi dan jawaban dinas provinsi katanya Th 2020, akan dikeruk dan mudah mudahan ini pasti, kami sarankan kalau pengerukan kolam labu sekalian dengan muara sungai , karena kalau kolam labu dikeruk , muara sungai tidak, maka lumpur dari muara sungai akan turun lagi kekolam labu, selang 3 bulan kolam labu akan dangkal lagi ” pungkasnya.

( Endi / Evi zul )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *