Warga Cipatuguran Sukabumi Keluhkan Dampak Polusi Asap Cerobong PLTU Palabuhanratu

Warga Cipatuguran Sukabumi Keluhkan Dampak Polusi Asap Cerobong PLTU Palabuhanratu

News Investigasi86. SUKABUMI :
Pasca terjadinya Musibah beberapa minggu yang lalu, yaitu miringnya Sebelah badan kapal tongkang yang bermuatan batubara dipesisir Palabuhanratu. Karena akibat Cuaca buruk, lalu terdamparnya kapal tersebut. Yang mengakibatkan sebagian muatannya jatuh kelaut dan banyak berserakan dipesisir pantai Palabuhanratu, tepatnya dipesisir kampung Cipatuguran, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu. Minggu (12/ 05/ 19 ).

Saat Awak Media menyambangi lokasi tersebut. Benar adanya, banyaknya batubara yang berceceran dipantai Cipatuguran tersebut. Yang akhirnya oleh warga setempat, atas inisiatifnya sendiri batubara tersebut dipungutin dan dimasukan kedalam karung.

Kejadian tumpahnya sebagian batubara dari kapal tongkang itu berawal, saat pengiriman batubara yang dilakukan oleh PT Titan Infra Energy dan PT KII (Kasih Industri Indonesia). Kedua perusahan tersebut merupakan pemasok batubara untuk PT Indonesia Power sebagai anak perusahan PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga uap(PLTU) Jabar 2 Palabuhanratu. Melalui route pengirimannya mulai dari Sumatra Selatan, Jambi dan kemudian Palabuhanratu (PLTU). (12/19)

Awak media mewawancarai salah satu warga setempat pemungut batubara tersebut.Ade warga kampung Cipatuguran RT 04/21, Desa/Kecamatan Palabuhanratu.

Dengan adanya PLTU Palabuhanratu, dampaknya terhadap warga yaitu, POLUSI asap dari Cerobong, yang akhirnya berdampak terhadap kulit, seperti gatal gatal. Sedangkan Konpensasi akibat itu dari perusahaan mungkin ada, saya kurang begitu tahu. Yang jelasnya sama warga tidak ada “Ungkapnya.

Lanjut Ade ” Dari perusahaan, paling dari pertahun adanya pengobatan gratis.Paling berapa kali itu juga.Dan tidak semua warga menerimanya. Ya namanya juga pengobatan gratis “Imbuhnya.

Masih kata Ade “ Untuk CSR sendiri dari perusahaan.Saya tidak tahu,kemungkinan dari perusahaanmah ada kayanya, tapi karena dari orang orang pengelolanya mungkin. Kalau dari warga baru dibentuk paguyubannya baru baru ini, seperti karangtaruna, itupun kalau ada yang nganggur misal ada overhole, dari perusahaan IP, Cukindo dan lainnya, ketika butuh tenaga warga bisa bekerja. Kalau Dari CSR tidak jelas “Jelasnya

Ade juga berharap terhadap Perusahaan_

Yang sifatnya Umum buat masyarakat harus bisa dibuktikan, tidak usah yang sifatnya buat pribadimah. Ada bantuan apa dari perusahaan harus jelas. Memang kalau yang nganggurmah sudah dipekerjakan udah jelas itumah. Dan dampak negatif dari Asap Cerobong terhadap Warga harus bagaimana itu baiknya. Karena warga dibelakangmah Komplen karena tidak berani bicara “Tutupnya.

Begitu juga Mumuh (Okong) Ketua Rt Kampung Cipatuguran, Rt 04/06,Desa Jayanti Kecamatan Palabuhanratu, dengan raut muka sedih dan berharap.

Kejadian tumpahnya batubara dilaut kami ini, yang kedua Kalinya. Soalnya kapal yang lainnya Bukan Ngangkut batubara. Dan mengenai kompensasi dari perusahaan, itu juga ada melalui IP, langsung dari pihak perusahaan, tiap satu ke RT an tigaratus ribu. Karena memang tidak Cukup kita masukin uang kas saja “Ucapnya.

Masih kata RT Tapi yang lainnya tidak ada.Daerah kami Ini kan ring Satu, tapi sama sekali tidak ada bantuan apapun kewarga kami.Buat acara rojaban/Muludanpun Dua Kali ini sudah tidak ada.Makanya Ketua DKM menyarankan G usah berharap dari perusahaan, kita saja dengan warga kata DKM. Yang TEU ECREGNAMAH(Tidak Benernya) Humasnya dulumah Sigit namanya.Karena dia orang jauh,orang Cibuntu.Kalau daerahnyamah mungkin ada bantuannya.Harapan dan Kemauan masyarakatmah ada lah bantuan masjid masjid,tapi inimah mana,boro boro yang lain.Buat masjid saja tidak ada”Tandasnya.

“Gia Ali Wiguna”salah satu Mahasiswa Sukabumi asal Desa Cimaja Rt.01/01 Kecamatan Cikakak memaparkan_

“Untuk masalah limbah batubara yang tumpah ke laut memang sangat berbahaya,karena batubara merupakan jenis limbah HB3 yang dapat merusak Biodata Laut.Dan saya rasa limbah ini bukan saja disekitar ini saja,harus ada Penyisiran juga ke pantai pantai lain karna Batubara yang jatuh kelaut,bisa juga tersebar kewilayah wilayah lain.

Lanjut Gia ” Dan untuk pihak pihak terkait yang memang sampai hari ini belum ada Respon, kami dari Mahasiswa akan mengadakan aksi selanjutnya seperti yang sudak kita lakukan kemarin kita bawa limbah ini ke Dinas DLH untuk di simpan dan di tindak lanjuti, tapi sampai sekarang dari Dinas DLH sendiri belum ada upaya maka dari itu saya dan Mahasiswa lain akan bergerak ke DPR, BUPATI dan Dinas DLH untuk membicarakan Solusi terbaik untuk masalah ini, baik itu untuk masalah Pembatasan perahu Tongkang ataupun perihal parkir perahu tongkang mengenai  jarak yang tidak terlalu dekat dengan bibir Pantai “Ungkapnya.

Reporter_Iwan Sugiyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *