Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Sraten Terkait Kasus KUD Tri Jaya

Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Sraten Terkait Kasus KUD Tri Jaya

Newsinvestigasi86. Banyuwangi :
Ratusan warga dari berbagai Desa mendadak geruduk kantor Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, warga beramai-ramai datang ingin meminta penjelasan terkait uang nya yang mencapai puluhan Milyard di KUD Tri Jaya Sraten yang hingga kini belum di cairkan,

” Dari pantauan media News Investigasi86, KUD Tri Jaya Sraten memiliki berbagai usaha, yakni Koprasi Simpan Pinjam (KSP), swalayan dan Toko alat-alat pertaian di berbagai tempat.

Kamis (16/05/19) di gelar acara rembug terkait permasalahan Uang Nasabah/anggota KUD Tri Jaya di Kantor Desa Sraten, Hadir dalam forum rembug yang di gelar di Aula Kantor Desa Sraten tersebut, perwakilan Forpimka Cluring, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi, Alip Rachman Kartiono, pengurus KUD TRI JAYA dan yang di dampingi Kuasa Hukumnya serta ratusan Anggota KUD,

Bronto Hadi, mewakili management KUD Tri Jaya, mengatakan “ semua permasalahan ini berawal dari awal 2018 lalu, muncul isu KUD Tri Jaya kolep, sehingga anggota secara bersama-sama menarik dananya dari KUD dengan jumlah yang sangat besar, sehingga kondisinya seperti saat ini, langkah selanjutnya Kami akan mendata Nasabah/anggota yang mempunyai piutang untuk kita tarik dan menjual aset-aset yang ada, kami akan berusaha selesaikan keuangan 5,311 Anggota dengan jumlah yang hampir 50M itu, namun kami mohon waktu “,

Di sela-sela kerumunan ratusan warga, Yudi (45) salah satu warga Desa Sraten, yang mengaku menabung 200jt di KUD Tri Jaya dan juga sebagai makelar penjualan aset KUD yang ada di Siliragung, mengatakan “ bahwa aset KUD yang ada di Siliragung sudah laku di beli salah satu warga Siliragung inisial Rio dengan harga Rp. 3M “, namun sepengetahuan Yudi baru di kasih Dp. Rp. 850jt oleh Rio, dan mungkin uang DP tersebut untuk keperluan penyelesaian di Bank, mengingat info yang di dapat Yudi bahwa Sertifikat Tanah aset KUD yang sudah laku tersebut berada di BANK, jelas Yudi,

Yulianto, perwakilan warga meminta penjelasan pihak pengurus,” kalau toh koperasi kolep, masih ada uang di nasabah dan masih punya aset yang bisa untuk di jual, tolong di jelaskan jumlah asetnya berapa?? karena Sampai hari ini warga belum tau soal itu, sehingga timbul was-was, ” ujar Yuli,

Forpimka rapat tertutup dengan beberapa Kades (red).

Selanjutnya di gelar forum tertutup Oleh Forpimka dan juga beberapa Kepala Desa atau wakilnya, dalam kesempatan itu, Sekretaris Kecamatan Cluring, Titik Handayani, menegaskan “ untuk penanganan terkait penyelesaian uang nasabah / Anggota KUD Tri Jaya yang mencapai Milyaran Rupiah itu, di serahkan kepada Pemdes (Pemerintah Desa) masing-masing agar menjalin komunikasi dengan warganya yang menabung di KUD “,

Mengingat orang-orang yang mengaku di rugikan bukan hanya orang dari Desa Sraten saja, melainkan juga dari berbagai Desa lain, Sehingga memudahkan koordinasi antar Kepala Desa saja terkait penyelesaian permasalahan warganya dan warga yang merasa di rugikan bisa langsung komunikasi dengan Pemdesnya masing-masing “, tegasnya,

(Cafunk/Gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *