Dinyatakan Telah Terbukti Bersalah, Saksi Korban Berharap Majelis Hakim Objektif

Dinyatakan Telah Terbukti Bersalah, Saksi Korban Berharap Majelis Hakim Objektif

Jakarta, newsinvestigasi86.com -Sidang perkara pengeroyokan terhadap keluarga wartawan Herman Yusuf kembali di gelar di pengadilan negeri jakarta utara senin 13/05/19 dengan agenda pembelaan terhadap terdakwa (pledoi)

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anton Hardiman SH menyatakan tetap pada tuntutannya terhadap terdakwa Soeseno Halim. Dia mengaku sama sekali tidak terpengaruh dengan pledoi atau pembelaan terdakwa Soeseno Halim dengan tim pembelanya yang meminta kepada majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara agar terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan maupun tuntutan hukum.

“Kami tetap dengan tuntutan,” tegas Anton. Terdakwa Soeseno Halim maupun pembelanya pun menyatakan tetap dengan pembelaannya minta dibebaskan.

Jaksa Penuntut Umum Anthn Hardiman menuntut Soseno Halim selama 10 bulan penjara dan tetap di dalam tahanan. Terdakwa Soseno Halim dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penyerangan di kediaman wartawan Herman Yusuf. Suseno Halim menyuruh sekelompok orang bayaran untuk mengusir secara paksa para korban dari rumah yang didiami selama puluhan tahun tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media, saksi korban Herman Yusuf berharap majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menghukum terdakwa Soeseno Halim lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Alasannya, perbuatan terdakwa yang menyuruh orang orang bayaran untuk mengusir keluarganya dinilai sungguh sadis dan kejam.

“Mentang-mentang berduit, dia (terdakwa) mau membeli segala sesuatunya dengan duitnya.” ujar Herman Yusuf kepada awak media.

“Di Negara Hukum seperti Indonesia ini tidak ada orang yang kebal hukum, Yang ada persamaan hak di hadapan hukum, Jadi setiap orang harus tunduk pada hukum yang ada, Setiap pelanggar hukum harus siap menjalani proses Hukum.

Semua orang sama di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apapun, Dengan demikian setiap orang harus diperlakukan sama di bawah hukum tanpa memandang ras, gender, kebangsaan, warna kulit, etnis,agama atau karakteristik lain, tanpa hak istimewa,(diskriminasi).” ucap Herman Yusuf.

Kalaupun hukuman terhadap terdakwa Suseno Halim tidak bisa lebih dari tuntutan jaksa, Herman Yusuf berharap majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menghukum Soeseno Halim paling tidak selama 10 bulan penjara atau conform dengan tuntutan jaksa penuntut umum. “Kalau tuntutan jaksa itu dikuatkan majelis hakim, saya kira tidaklah terlalu jauh dari rasa keadilan dan kebenaran meski ancaman Pasal 170 KUHP sangat berat dan jauh lebih berat dari 10 bulan,” tutur Herman Yusuf.

“Hukuman yang berat menjadi pelajaran bagi terdakwa agar jangan berlaku seenaknya dengan melanggar hukum dan jangan merasa bisa membeli segala sesuatunya dengan uangnya,” kata Herman Yusuf meningatkan.

(NHD)   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *