Diduga Dana Bantuan PAUD Di Korupsi Oknum Aparat Desa Arung Parak Kabupaten Sambas

News Investigasi86,Sambas :
Terkait adanya informasi tentang adanya dugaam indikasi korupsi bantuan PAUD yang di lakukan oleh oknum aparat desa. Guna mencari kebenaran tentang informasi tersebut, awak media news investigasi86 menemui nara sumber bernama Rusniah yang notabene guru TK di desa Arung Parak kecamatan Arung Parak kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Rusniah menjelaskan kepada awak media news investigasi86 bahwa salah satu oknum aparat desa Arung Parak bernama HENDRI, yang juga merangkap selaku ketua LPM di kantor desa tersebut.

Menurut nara sumber bantuan dana paut yang di salurkan untuk membeli alat alat belajar anak anak TK, sudah lima priode yang di terima Hendri dari tahun 2014 sampai 2019 :
– untuk tahap pertama dana bantuan PAUD tahun 2014 Rp.18,500,000 (Delapan Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
– Tahun 2015 Rp. 16,500,000 (Enam Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
– Untuk tahun 2016 dana bantuan paud senilai Rp.13,500,000 (Tiga Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
Rusniah bersama bendahara tidak mengetahui uang bantuan tersebut.
– Bantuan dana paud tahun 2017 Rp. 12,500,000 ( Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ).
– Tahun 2018 Rp. 10,500,000 ( Sepuluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ), Rusniah dan bendahara yang mengetahui uang bantuan tersebut.

Hendri saat di konfirmasi oleh awak media News Investigasi86.(red).

Lima kali uang bantuan PAUD yang di terima pertahunnya, hanya di belanjakan beberapa alat alat buku belajar sama tali ayunan,” saya selaku ibu guru mengajar anak anak TK yang masih berumur 5 sampai 6 tahun, kerepotan dengan kekurangan buku tulis ” ungkapnya.

Awak media news investigasi86 mendatangi kantor desa menemui HENDRI selaku ketua LPM juga TPK didesa arung parak kecamatan tangaran kabupaten sambas kalbar, untuk konfirmasi kebenarannya. Hendri menjelaskan kepada awak media news investigasi86 com ” uang bantuan PAUD yang lima kali di terima pertahunnya dari tahun 2014 sampai 2018 ada juga sebagian di belikan alat buku tulis, cat, perubahan ruang dan pagar “, ungkapnya.

Pada hari rabu tgl 24/4/2019, nara sumber Rusniah menerima uang Rp. 800,000,- ( Delapan Ratus Ribu Rupiah ) dari anaknya Hendri, Rusniah bertanya pada anak Hendri yang tidak disebutkan namanya” ini uang apa? ” Anak hendri hanya menjawab” dari ayah ” kata anak Hendri. Merasa tidak tenang dan curiga akan uang tersebut yang diberikan kepadanya, pada malam jumatnya sekira jam 20 wib Rusniah menelpon Hendri untuk datang kerumahnya. Tidak lama kemudian Hendri pun datang kerumah Rusniah di hadiri suaminya Iwan, Rusniah pun bertanya kepada Hendri, uang senilai 800,000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah) tersebut yang diberikan kepadanya uang apa? Hendri pun menjawab pertanyaan ibu Rusniah “ uang yang di berikan anak saya kepada ibu adalah uang operasional untuk dua bulan “, ungkapnya.

Bersambung…..

( Rudi K )

Tinggalkan Balasan