Di Duga Korupsi, Proyek Pembangunan Jembatan Prepet Sungai Tengah Sambas Kalbar Asal Jadi

News Investigasi86, Sambas Kalbar :
Minggu tgl 21/04/2019 .

Di duga bermasalah, proyek pekerjaan jembatan Perepet di desa Sungai Tengah kecamatan Paloh kabupaten Sambas Kalimantan Barat, dalam pengerjaannya di duga menggunakan bahan matirial pasir tanah penimbunan, batu dari tambang galian di areal lokasi tersebut yang Tidak berijin resmi. Bahkan tidak ada satupun terlihat tanda tanda papan informasi Pengerjaan Proyek tersebut, serta menggunakan bahan matirial yang tidak sesuai standar yang sudah ditetapkan/ Spek.

Menurut hasil pantauan awak media news investigasi86 di lapangan, salah satu naransumber warga berinisial TL mengatakan Pekerjaan jembatan perepet di desa Sungai Tengah kecamatan Paloh kabupaten Sambas kalbar asal jadi, nara sumber mengatakan kepada awak media news investigasi86, bahwa proyek jembatan perepet Sungai Tengah kecamatan Paloh di kerjakan oleh PT HK ( Hutama karya) dan menggunakan matirial pasir, tanah, dan batu pembangunan jembatan perepet tersebut yang tidak sesuai standar/ spek, proyek jembatan perepet di desa Sungai Tengah kacamatan Paloh kabupaten Sambas, kegiatan jembatan tersebut yang mulai di kerjakan pada tahun 2017 oleh PT HK (Hutama karya) proyek jembatan perepet baru selesai th 2018.

jembatan yang belum lama selesau tersebut sudah rusak bahkan ada di bagian jembatan di duga ada yg retak dan pecah pecah ” ungkapnya. Proyek jembatan perepet yang terletak di desa Sungai Tengah kecamatan Paloh kabupaten Sambas Kalbar yang di kerjakan oleh PT Hutama Karya seperti proyek siluman saja, karena tidak adanya satupun papan informasi pengerjaan proyek tersebut. Proyek jembatan tersebut berlokasi di desa Sungai Tengah kecamatan Paloh kabupaten Sambas, dibiayai dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Senilai meliyaran tupiah.

Masyarakat berharap agar aparat pemerintahan Daerah, KPK dan Kepolisian
dan dinas terkait agar mengevaluasi proyek Jembatan Prepet karena di duga adanya penyimpangan dana dan di duga ada nya korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *