Masyarakat  Desa  Gulung Menggelar  Aksi  Demonstrasi  Damai  Di  Depan  Kantor  DPRD Kabupaten  Manggarai

Masyarakat  Desa  Gulung Menggelar  Aksi  Demonstrasi  Damai  Di  Depan  Kantor  DPRD Kabupaten  Manggarai

Newsinvestigasi86.Manggarai :
Puluhan orang yang tergabung dalam  komunitas masyarakat desa Gulung 
kecamatan Satar Mese Utara menggelar  aksi demonstrasi damai di depan kantor  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Manggarai pada senin, 11 / 03 / 2018.

Aksi  tersebut digelar terkait batalnya  proyek irigasi Wae Lakat dan poros  jalan desa di desa Gulung kecamatan 
Satar Mese Utara senilai 5 (Lima ) Miliar Rupiah. proyek tersebut  berdasarkan usulan Kepala desa Gulung  Darius Prau pada kemendes tahun 2012  silam. namun kemudian proyek itu batal  tanpa pemberitahuan alasan apapun 
kepada Darius.


Darius bersama komunitas masyarakat di  desanya mendatangi kantor Dewan  Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD
) kabupaten Manggarai di Ruteng. DPRD dinilai Darius (kepala desa gulung,red) sebagai tempat yang sangat tepat 
untuk menyuarakan masalah yang kini  dihadapinya. Darius sendiri turut  hadir memimpin massa bersama
kordinator aksi Mus Wanggut, tiba di  kantor DPRD di Ruteng sekitar pkl. 10.00. wita, setelah berorasi beberapa  menit, tak lama kemudian masa akhirnya  diterima komisi c DPRD kabupaten  Manggari di ruang komisi c untuk  berdiskusi. 

Hadir dalam diskusi itu diantaranya  beberapa orang aggota Komisi C DPRD, utusan Pemda dari Kesbangpol, staf 
setwan DPRD. sementara OPD terkait  tidak m hadir meski telah diundang  ketua komisi C Bonifasius Burhan, S.Sos.

Dalam diskusi tersebut massa meminta  DPRD kabupaten Manggarai untuk  menggugat atau melaporkan tiga orang 
oknum Staf Kemendes yakni Lukman,Idar  dan Beatrix ke ranah hukum.  
Menanggapi tuntutan massa tersebut  ketua komisi C DPRD kabupaten  Manggarai Bonifasius Burhan 
menegaskan bahwa secara lembaga DPR  tidak memiliki wewenang  untuk menggugat atau melapor siapapun.


Boni menambahkan secara moril DPR akan mendukung langkah langkah yang diambil  oleh kepala desa Gulung. Selain itu  kata Boni”  proyek  irigasi wae  wakat  dan jalan poros desa di desa  gulung  kecamatan Satar Mese Utara tidak ada  di dalam laporan pertanggung jawaban bupati Manggarai Deno Kamelus, tidak  ada nomenklaturnya “.

Meski demikian ketua komisi C DPRD  kabupaten Manggarai itu berjanji akan  mendorong lembaga terhormat tersebut  untuknmelaksanakan Pansus.  
Kordinator aksi Mus Wanggut dalam  tanggapannya menyampaikan bahwa rencana Pansus pernahdi sampaikan  DPRD kabupaten Maggarai saat aksi serupa  dilakukan komunitas masyarakat desa  Gulung 15 agustus  2017 lalu namun  Pansus itu tidak pernah dilakukan. dengan demikian Mus menilai DPRD  kabupaten Manggarai telah secara terang terangan telah mengabaikan hak rakyat.
Selain itu Mus mempertanyakan Regulasi  yang menyatakan DPR tidak memiliki wewenang untuk melapor pidanakan orang  atau lembaga. ” regulasi mana yang menyatakan melarang DPR untuk tidak  boleh melapor pidanakan orang? ” tanya Mus kepada anggota dewan.

Mus juga menilai apa yang dialami kepala desa Gulung adalah sebuah  bentuk penipuan yang dilakukan para 
penipu berdasi elit negeri. Sebagaimana  yang ditulis pada spanduk yang dibawa peserta aksi hingga ke dalam ruang  diskusi komisi C,  “ stop  tipu rakyat dengan janji palsu dari para  mafia berdasi “.

Kepada  awak media newsinvestigasi86 di Ruteng, kepala desa Gulung Darius Prau  mengungkapkan ” bahwa utusan kemendes 
Hj. Lukman pada 26 April 2016 pernah  datang ke desa Gulung untuk melakukan  survey tahap pertama. Lukman  memberitahukan kepada dirinya bahwa  akan ada survey tahap kedua
Beberapa minggu kemudian tepatnya 19  Mei 2016, kemendes kembali mengutus  Lukman, Idar, Beatrix untuk 
melakukan survey tahap ke dua lokasi  Wae Wakat dan jalan poros desa di  Desa  Gulung. kepala Desa bersama masyarakat  Desa Gulungvpun datang untuk menyambut  tim survey  kemendes  tersebut.

Setelah ditunggu, tim survey itu tidak  kunjung datang. belakangan Sarius  mendapat kabar bahwa tim lebih 
dahulu  melakukan survey ke salah satu  lokasi di kecamatan cibal yakni Wae  Wunut desa Rado dan itu sesuai arahan  Bupati Deno.

Darius kembali mendapat kabar bahwa  rencana survey Wae Wakat dan jalan  poros desa k Gulung akan dilakukan 
pada esok harinya yaitu tanggal  20  mei  2016.


Tanggal 20 Mei rencana survey Wae  Wakat desa Gulungpun kembali batal  tanpa pemberitahuan apapun dari 
ketiga orang tim survey kemendes  tersebut yakni Lukman, Idar dan  Beatrix. Ketiganya baru memberi kabar 
setelah mereka berada di Kabuan Bajo  untuk terbang kembali ke jakarta  keesokan harinya.

Beberapa minggu kemudian Darius  kembali ditelpon oleh Idar anggota tim  survey Kemendes. dalam pembicaraan  melalui telepon tersebut Darius diminta untuk melengkapi dokumen lain yaitu  SK  penetapan lokasi usulan irigasi, SK  penetapan jalan poros desa Gulung, SK tim pengendali dinasbPU, SK harga  satuan daerah tahun 2016 dari bupati Manggaraibdan SK OMS ( organisasi  masyarkat  setempat). Tanggal 21 juli  2016 kepala Desa bersama ketua OMS Vinsen Runding berangkat ke Jakarta untuk mengantar berkas berkas tersebut  dan diterima oleh Beatrix.

Setahun kemudian tidak ada kabar  Darius dan ketua OMS kembali berangkat ke  jakarta untuk menayakan realisasi  proyek kemendes tersebut namun kabar  dari buruk yang berhembus dari Kemendes bahwa proyek tersebut sudah dilelang  dan lokasinya bukan Lagi Wae Wakat  tetapi Wae Wunut desa rado kecamatan  Cibal. Merasa proyeknya dibatalkan, Dariuspun  menggelar aksi masa besar besaran  pada  15 agustus  2017. dalam aksi tersebut Bupati Kamelus Deno dituding telah  mengalihkan proyek tersebut dari Wae  Wakat desa Gulung ke Wae Wunut desa Rado Cibal.

Aksi demonstrasi damai yang digelar 11 maret 2019, merupakan aksi kedua yang  dilakukan komunitas masyarakat desa  Gulung di lembaga DPRD kabupaten  Manggarai dengan jumlah masa yang  lebih sedikit dan dijaga ketat puluhan  personil aparat Polres Manggarai. 

(PaulusNabang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *