Oknum DPTR Kabupaten Sukabumi Diduga Kuat Melakukan Tindak Pidana Korupsi

News Investigasi86_Sukabumi :
Kasus pembelian tanah di lokasi Objek wisata Curug Sodong,Desa Ciemas, Kabupaten Sukabumi,
dengan luas tanah 7.659m2, terindikasi kuat terjadi penggelembungan harga oleh pihak Dinas Pertanahan Kabupaten Sukabumi

Dalam pembelian tersebut melibatkan pihak ke-3 yaitu tim Appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik -Herman Meirizki dan Rekan.

Dimana dalam penilaian harga yang dilakukan oleh tim Appraisal tersebut,harga tanah di taksir seharga 295.000/m2. Disini adanya letak kejanggalan yang dilakukan oleh pihak Appraisal dan DPTR, karena harga NJOP tanah yang berada disekitar lokasi tersebut hanya +- Rp,5.000/m2.Dan harga pasaran paling tinggi berkisar diantara Rp,50.000-100.000. Potensi kerugian negara dalam penggelembungan dana pembelian tanah tersebut bisa mencapai 1,4M.

Masalah penyelewengan atau Penyalahgunaan dana anggaran Negara. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh oknum oknum pejabat Pemerintahan. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi Rakyat. Selalu saja atas dasar”KUMAHA AING “(red-terserah saya).

. Kop surat keterangan Kades Ciwaru.(red).

Padahal mereka sendiri tahu dan mengerti adanya Undang Undang KIP(Keterbukaan Informasi Publik), No 14 Tahun 2008. Mereka sendiri yang mengiklankan pada Publik, Pemerintahan harus Transparan, Akuntabel,dan Profesional dalam bekerja.

Sangatlah ironis dengan kenyataan dilapangan. Begitu kontradiksi. Karena dalam tata kelola Pemerintahan, mereka(red-Oknum pejabat), belum Bisa mewujudkan pemerintahan yang Bersih dari penyimpangan dan Pelanggaran Hukum.

Terkait hal ini. Awak media News Investigasi telah mendapatkan informasi dari beberapa Sumber. Mengenai adanya transaksi penjualan Tanah milik Saudari Nenden, yang diduga telah sangat merugikan uang Negara.Tanah yang sudah dibeli beberapa bulan lalu, oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabum. Melalui keterlibatan team Apraisal(Jakarta),Dan adanya kesan tertutup,ada apa.?

Adapun lokasi tanah yang dijual Nenden ada di Kawasan Objek Wisata Curug Sodong, Desa Ciwaru,Kecamatan Ciemas, Sukabumi. Dengan Luas Tanah 7.659 M2. Dengan harga beli sebesar Rp.295.000/M2. Sedangkan harga pasaran tanah disana hanya Rp.100.000 ribu/M2. Dalam hal ini Negara berpotensi dirugikan sebesar KL 1,4 M.


Perihal terkait permasalahan tersebut dibenarkan oleh Salah Satu Anggota DPRD Fraksi Golkar Kabupaten Sukabumi,H.Ujang Abdurrohim Rochmmi(H Batman). Dalam sambungan teleponnya”Dalam hal ini, penjualan Tanah Curug Sodong, Negara Sudah dirugikan oleh Dinas Pertanahan  Kabupaten Sukabumi Via team Apraisalnya dari Jakarta.
. Teti,Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Sukabumi.

” Saya pribadi mengetahui secara historis tanah tersebut, karena dulu mereka pernah menawarkan tanah tersebut ke pemda hanya dengan harga Rp,50.000/m2.” ujar H.Batman memulai pembicaraan melalui sambungan via telfon.

“Dan anehnya, sepengetahuan saya pembelian dari swasta masa iya lebih murah daripads pembelian dari pihak pemerintah, apalagi ini adalah untuk kepentingan umum, jangan lebih mahal, harusnya kan lebih murah.”sambungnya. Dan saya berharap kasus ini agar ditindak lanjuti secara hukum, ini sudah jelas adanya penyelewengan uang negara. Dan saya sangat setuju dengan perintah yang telah dikeluarkan oleh bapak Bupati Sukabumi agar dinas pertanahan kabupaten Sukabumi dilaporkan ke pihak yang berwajib.” imbuh H.Batman.

H.Batman juga mempertanyakan atas kejanggalanm tersebut kepada tim Appraisal,atas dasar dan penilaian apa sehingga bisa membuat harga yang begitu fantastis,tetapi tim appraisal tidak mau menanggapi,Pertanyaan  H.Batman tersebut,karena mereka sudah menyerahkan sepenuhnya terkait pembelian tanah tersebut kepada DPTR yang mempunyai hak jawab.

Dipembelian lahan tersebut juga ada  masalah sisipan yaitu bangunan yang ada di tanah yang dibebaskan tersebut, seluas 51Meter dimana pihak pemerintah ikut mengganti rugi bangunan yang sebetulnya tidak ada alias fiktif tersebut sebesar 83jt.

“Saya tahu secara persis diatas tanah tersebut tidak ada bangunan permanen, yang ada juga hanya bangunan MCK,itupun dibangun dari anggaran APBD Sukabumi melalui Dinas Pariwisata, kenapa harus dianggarkan kembali.” beber H.Batman

“Saya atas nama perwakilan dari masyarakat, kasus ini harus diluruskan dan dituntaskan secara hukum oleh pihak yang berwenang, biar semua terang benderang terkait pembelian tanah di Curug Sodong, yang diperuntukkan untuk kawasan wisata ini.”pungkasnya

Terkait bangunan fiktif 51 Meter yang ada diatas lahan tersebut,Kades Ciwaru, membenarkan apa yang di ucapkan H. Batman. Melalui kop surat yang berbunyi: bahwasanya tidak ada satupun bangunan permanen diatas lahan yang dibeli oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang(DPTR) tersebut kecuali hanya MCK yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Sukabumi.Termasuk Juga kaitan masalah transaksi Jual beli tanah tersebut tidak adanya Tranparasi, termasuk juga kepada pemerintahan Desa Ciwaru, Kapan,Berapa dan bagaimana saya selaku Kepala Desa Tidak tahu” Ucap Opik saat awak media Wawancarai.

Dan Tim news investigasi ketika menyambangi kantor Dinas Pertanahan untuk meminta konfirmasi,Kamis pagi(7/19), Kepala Dinas Ibu Teti menolak memberi jawaban dengan alasan akan ada tugas ke bandung.

Masyarakat berharap agar permasalahan tersebut di usut tuntas sampai ke akar akarnya, agar para pelaku korupsi di berikan efek jera.

( Reporter_Kaperwil Jabar/Team )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *