Kades Cidahu Tinggal Menunggu Hari?

News Investigasi86, Sukabumi :
Berkas Laporan Sudah Dilayangkan ke Tipikor Polres, Kades Cidahu Tinggal Menunggu Hari. Hari-hari yang akan dilalui Kades cidahu, kecamatan Cibitung Akan sangat mungkin Menjadi sejarah kelam kehidupan nya. Bagaimana tidak, kasus yang menimpanya kini sudah ditangani dan berjalan di Polres sukabumi di bagian tipikor.

Berkas penyelidikan dugaan kasus penilepan dana anggaran itu telah diserahkan kapolsek Surade kepada Tipikor Polres Sukabumi dan sekarang sudah mulai berjalan dan dalam ditahap penyidikan. Seperti yang diutarakan kapolsek Surade AKP Norbertus.S, dalam audensi kedua yang dilaksanakan pada hari senin (4/2/2019) di aula Kantor Desa Cidahu tersebut. Kapolsek menegaskan, sudah tidak perlu lagi saling salah menyalahkan, karena proses telah berjalan

sekarang kita tunggu dan kawal saja prosesnya, masyarakat diharap tenang agar jangan sampai terpancing dengan dengan hal-hal yang bisa membuat kegaduhan diantara masyarakat Cidahu itu sendiri.“tegasnya

Seberapa lamanya proses ini saya tidak tahu, karena saya sebagai kapolsek tidak ada kewenangan dalam hal tindak pidana korupsi ini. Kami hanya mengawal dan mengawasi agar kasus ini berjalan dengan semestinya. Biarkan pihak yang berwenang melaksanakan tugasnya, dalam hal ini ialah Tipikor Polres Sukabumi.
Apakah saudara-saudara mau sabar menunggu dan mengawal kasus ini?’dia bertanya
masyarakat menjawab dengan serempak “mau!!”

kades Cidahu (red ).

Sebetulnya tidak ada hal baru yang dibicarakan dalam forum tanya jawab tersebut, dikarenakan waktu yang terbatas tetapi juga karena sudah di interupsi oleh kapolsek sendiri.
dia menyatakan agar hal-hal teknis menyangkut pelaksanaan pekerjaan desa jangan ditanyakan lagi, disamping hal itu sudah pernah dibahas juga dikarenakan waktu yang sangat singkat.

Masyarakat yang diwakili oleh salah seorang warga bernama firman (34),menyatakan sebetulnya ada ketidak puasan di hati masyarakat, karena dengan keterbatasan waktu dan banyak pertanyaan yang akan ditanyakan tetapi tidak bisa munculkan.

Dengan keterbatasan waktu dia menjelaskan,” Yang kami inginkan adalah jawaban yang disampaikan langsung oleh kades, kami ingin langsung dari mulut beliau keluar ucapan, agar kami masyarakatnya bisa mendengarkan secara langsung.“ujarnya

sebetulnya akar permasalahan ini hanyalah sepele yaitu karena tidak adanya komunikasi yang baik antara pemimpin dengan masyarakatnya. Bila semua tertutup tidak ada transparansi, ingat..! suatu waktu mulut-mulut kami yang biasa terkunci ini akan menjadi meriam, karena kelamaan tersumbat. “tegasnya

hal senada juga disampaikan oleh kornel (48) ” bagaimana tidaj kecewa, waktu acara yang pertama, kades didepan masyarakat dan muspika menyanggupi akan membayar uang yang telah dipakai dalam jangka waktu seminggu, kenyataannya sekarang udah lebih dari 10 hari,mana buktinya? “ungkapnya

tetapi kornel juga sadar dan mahfum
bila benar berkasnya sudah dikirim dan sudah ada tindak lanjutnya dari polres, maka saya sebagai masyarakat yang baik akan patuh dan akan mengawal proses ini sampai tuntas,”pungkasnya

Awak media menyambangi ruang kerja kades, untuk meminta kepastian akan hal yang menimpa dirinya ini.

dalam sesi tanya jawab kades mengakui kalau dia benar telah memakai uang ADDbsebanyak Rp,200 juta.

iya saya mengaku telah memakai dana itu, tetapi dana itu saya pakai untuk menutupi pekerjaan pemerintah desa yang belum terlaksana pada tahun sebelumnya. tidak benar kalau dana itu saya pakai untuk kepentingan pribadi “paparnya.
Lanjutnya ” dan sekarang hutang itu telah saya bayar dalam minggu ini dengan mengerjakan projek yang terbengkalai dan sisanya hanya tinggal Rp,60 juta lagi, yaitu dana buat insentif.“pungkasnya

(Reporter_Azhar dan Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *