Sidang Gugatan Perdata CV Jagad Raya Trans VS PT Crestec Indonesia Di PN Bekasi

Sidang Gugatan Perdata CV Jagad Raya Trans VS PT Crestec Indonesia Di PN Bekasi

Newsinvestigasi86.Bekasi :
Kasus gugatan Perdata Nomor: 335/PDT.G/2018/PN. Bekasi yang dilakukan CV Jagat Raya Trans terhadap PT Crestec Indonesia.

Sidang kesembilan ini berlangsung di Pengadilan Negeri Klas 1A, Jalan Raya Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Dewa Putu Yusmai, SH MH, Hakim Anggota Rehmalem Peranging-angin SH, Hakim Anggota Abdul Rofik dan Panitera Herry, menghadirkan saksi terakhir mantan Supervisor PT Crestec Indonesia, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Edi Kurniawan yang didampingi dua pengacara dari Farida Law Office, Jakarta.

Dalam Sidang terbuka ini berlangsung di Ruang Chandra, pukul 13.20 WIB,dan dihadiri oleh penggugat dari CV Jagat Raya Trans, Mahfud beserta kuasa hukumnya, Suwardy Kalengkongan, SH.

Saat memasuki sidang awal,Hakim Ketua Dewa,sempat ragu terkait pengunduran saksi ” Edi ” dari PT Crestec Indonesia. Keraguan ketua hakim,saat saksi menyebutkan resig pada 18 Januari 2019.

Hakim Dewa meminta agar saksi berkata jujur terhadap surat pengunduran diri dari perusahaan PT Crestec tersebut.


ini benar-benar ga mas, tidak ada rekayasa kan ?,” tanya Hakim kepada saksi Edi.

kuasa hukum CV Jagat Raya Trans Suwardy, SH,merasa keberatan saat hakim menanyakan kepadanya,apakah saksi bisa meneruskan kesaksian di dalam sidang ini ?
Hakim berkata kepada saksi” Jika kau berbohong, kau ‘makan sumpah ” kau jadi pocong “.

Ketika hakim mempersilahkan Saksi Edi untuk menjelaskan kesaksiannya,saksi edi berkata,terkait perjanjian kontrak kerja CV Jagat Raya Trans yang diputus oleh PT Crestec Indonesia,Saksi beranggapan karena kinerja tidak memuaskan perusahaan,Salah satunya adanya keterlambatan pengiriman ke costumers.

Kami sudah menghubungi costumer soal keterlambatan pengiriman karena kendaraan di ‘sandra’ oleh pemilik mobil,” ujarnya di depan hakim.

Lanjut Edi menegaskan pertanyaan dari pengacara perusahaan soal berakhirnya perjanjian kontrak CV Jagat Raya Trans adalah 31 Maret 2018.

Setelah kontrak berakhir, saksi Edi mengaku menjalin hubungan dengan Hipo Trans untuk melakukan kontrak sejak 1 April 2018.

Ketika itu, mobil ekspedisi CV Jagat Raya Trans yg berjumlah 6 unit masih berada di gudang perusahaan.

Pada tanggal 2 April, manajemen menarik kendaraan CV Jagat Raya Trans. Selanjutnya, tanggal 4 April 2018,dan CV Jagat Raya Trans mengirimkan surat somasi kepada PT Crestec Indonesia dengan melampirkan surat perjanjian perpanjangan kontrak dari 2018 sampai dengan 2020 yang ditandatangani Manajer Umum dan HRD PT Crestec Indonesia Dadang Kadar Sudrajat.

Kata Edi “ saya tidak tahu menahu tentang surat perpanjangan kontrak CV Jagat Raya Trans “. Edi mengaku, tanggal penandatangan perjanjian sebelum tanggal 2 Juni 2017. Padahal, berakhirnya pada Maret 2018.

penandatangan perjanjian kontrak harus diketahui oleh Direksi bukan diwakili manajer umum.

Perlu di ketahui,pada saat itu Direksi (Hiroyuki Mori) lama berakhir masa kerja sejak September 2016 dan diganti oleh Direksi (Naoki Dohaku). Saksi juga mengecek di buku registrasi nomor surat perjanjian perpanjangan kontrak tidak sama.

Setelah sidang selesai,para awak media mendatangi Edi sebagai saksi,terkait kesaksiannya,dia enggan di wawancarai dan dia bilang semua terserah pada pengacaraNya.

( Broy )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *