Wartawan Di serang, Ulah Debt Collector Semakin Beringas

Wartawan Di serang, Ulah Debt Collector Semakin Beringas

News Investigasi86, Makassar :
Tindakan Depkolektor  merampas ditengah jalan milik kendaraan nasabah semakin merajalela, karena seakan adanya pembiyaran oleh aparat penegak hukum. Seperti apa yang di alami oleh Wartawan News Investigasi 86 media ini pun tergabung di FPII (Forum Pers Independen Indonesia ), baru baru ini telah di serang dan di dorong hingga jatuh. 

Kejadian ini terjadi di kelurahan lembo Makassar pada tanggal 14 november 2018. Dua orang debt Collector bersama preman bermaksud mengeksekusi kendaraan milik nasabah bernama Muhammad Riswan yang bekerja sebagai profesi wartawan di media News Investigasi86.(FPII)

Kronologis Kejadian, saat itu
Muhammad Riswan sedang membawa istrinya ke rumah sakit untuk periksa kesehatan  di puskesmas Kaluku Bodoa Makassar pada tanggal 14 november 2018.
Saat selesaai periksa mereka berniat pulang meninggalkan rumah sakit, tiba tiba di perjalanan dua debt collector yang di bantu preman melihat mobil milik Muhammad Riswan, debt collector langsung memalangkan mobilnya mencegat Riswan dan memaksanya turun dari mobilnya.

kendaraan milik M.Riswan.(red)
Namun Muhammad riswan tidak turun, karena istrinya sedang sakit berada di mobil tersebut dan baru saja di periksa kesehatannya di puskesmas, istrinya pun ketakutan atas tindakan debt collector.

Muhammad Riswan berusaha menghindari debt collector yang dingin merampas paksa kendaraan mobi milik Muhammad Riswan tanpa membawa surat Fiducia

Debt collector pun mengejar Muhammad Riswan sampai di depan rumahnya, para debt collector turung dari kendaraannya dan menghampiri muhammad riswan sekali lagi mereka berusaha ingin merampas mobil miliknya dengan alasan kendaraannya sudah terlambat 2 bulan cicilan. Riswan berusaha menjelaskan bahwa dia akan datang ke kantor lesing guna membayar tunggakan cicilan.Namun dua debt collector tersebut tidak mau tahu dan tetap akan menarik paksa walaupum mereka tidak di bekali surat Fiducia.

Salah satu dari debt collector mendorong keras Riswan dengan dua kali dorongan. Kejadian tersebut dilihat oleh ayah M.Riswan, karena merasa tidak terima atas tindakan dan perlakuan debt collector terhadap anaknya, ayah langsung memukul debt collector yang mendorong M.R 

Kejadian perkelahian antara debt collector di ketahui oleh warga setempat, mereka berusaha membantu M Riswan dan ayahnya. Depkoletor pun kabur karena warga banyak berdatangan.

Tujuh hari dari kejadian tersebut, pada tanggal 21 november 2018. Ayah M, Riswan yang bernama Asra Lewa dipanggil ke Polsek Tallo untuk di mintai keterangan atas pemukulan salah satu debt collector tersebut. Kanit polsek Tallo makassar menyurati kembali kepada asra lewa untuk menghadiri proses yang berlanjut pada tanggal 15 januari 2019 makassar

Asra lewa mengatakan kepada awak media ” bahwa para debt collector sudah sangat meresahkan masyarakat dan sangat merugikan “.ujarnya. Dia berharap agar para penegak hukum dapat menindak tegas terhadap debt collector perampas kendaraan.” Apalagi ini menimpa salah satu insan Pers dan tergabung di Organisasi Forum Pers Indenden Indonesia (FPII ) bukankah sudah ada Fiducuia yang mengatur mengenai tata cara pengambilan kendaraan yang bermasalah, bukannya cara main rampas saja di tengah jalan atau main ambil saja di rumah “, imbuhnya.

( Tim Investigasi86 )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *