Nelayan Surya Bahari Keluhkan Kinerja Pengurus TPI Cituis Tangerang

Nelayan Surya Bahari Keluhkan Kinerja Pengurus TPI Cituis Tangerang

News Investigasi 86.Tangerang :
Para nelayan Desa Surya Bahari Kecamatan Paku Haji Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. mengeluhkan kinerja pengurus Tempat Pelelangan Ikan / TPI Cituis Desa Surya Bahari yang mana setiap nelayan menjual hasil tangkapan ikannya untuk di lelang ada banyak ALANG ALANG ikan sehingga mengurangin pendapatan nelayan.

Masruno, nelayan Desa Surya Bahari mengatakan kepada media News Investigasi di pangkalan kapal nelayan kali Cituis .Minggu tgl 06/ 01/ 2019 pukul 13.00 Wib .mengatakan” kalau pengurus Pelelangan Ikan Cituis tidak bisa mengatasi para para ALANG ALANG Ikan di Pelelangan se olah olah ada pembiaran dari Suryadi sebagai Manajer pelelangan ikan Cituis, sudah sekian tahun berjalan ALANG ALANG Ikan bisa semudahnya ambil ikan yang sudah mau di lelang, seharusnya dari pihak pengurus pelelangan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku Alang Alang Ikan yang berkeliaran di Tempat Pelelangan ikan Cituis, agar pendapatan nelayan tidak berkurang .”

Lanjut Masruno” seharus Pelelangan Cituis harus melihat cara kerja pengurus KUD MINA FAJAR SIDIK Desa Belanakan Kabu paten Subang, yang mana tidak satu ekor pun ada yang berani ambil apalagi minta kalau sudar di susun mau di lelang. Jadi pen dapatan Nelayan bila mana ikan sontong satu ember utuh total, namun sebaliknya yang terjadi di pelelangan Cituis Desa Surya Bahari, parah satu ember paling paling tinggal setengah, saking banyak tukang alang alang ikan di pelelangan Ikan Cituis. Malah pendapat nya lebih besar dari pada nelayan yang mencari ikan di tengah lautan mempertaruhkan nyawa demi menyambung hidup keluarga, tetapi yang di darat seenaknya ambil ikan. Kami meminta kepada Instansi terkait khususnya Manajer TPI CITUIS Desa Surya Bahari Kecamatan Paku Haji Kab Tangerang agar mengambil tindakan TEGAS.


Hal senada juga dikeluhkan A selaku pengurus Nelayan, mengatakan kepada Media News Investigasi di TPI CITUIS ” kami selaku pengurus melihat keadaan di pelelangan Ikan Cituis masih amburadul. coba kalau kita lihat pelelangan di daerah lain, tidak ada yang nama alang alang ikan di dalam area pelelangan ikan . kalau di sini ikan dan jenis Sontong , Cumi sudah di susun dan lagi tunggu di lelang mereka berani ambil ikan atau sontong, ambilnya sich tidak banyak pa ling paling 2 – 3 ekor, tapi kalau Orang alang banyak jadi berkurang “.

Hasil tangkapan ikan yang di lelang dari puluhan kapal,kalau di hitung hasilnya banyak mana antara alang alang dan nelayan selaku yang mencari napkah untuk menghidup keluarga, sudah tentu hasil pendapatannya lebih banyak Orang alang alang. perisriwa ini sudah berjalan tahunan”. Ujarnya.

Hal senada juga di katakan oleh nara sumber yang namanya minta di rahasiakan sebut inisial A selaku pedagang ikan mengatakan kepada media News Investigasi di tempat / lapak jual ikan mengeluhkan keadaan lapak / tempat jual ikan yang satu lapak bisa di pakai tiga orang sedangkan luas lapak hanya ukuran 3 X 3, ketiga pedagang satu lapak sama sama mengeluarkan uang jutaan untuk mendapat tempat untuk ikan, yang anehnya lagi di duga bukan hanya pedagang ikan bisa mendapat lapak / tempat, tapi tempat tersebut disewakan ke orang , kami selaku pedagang ikan di TPI CITUIS Desa Surya Bahari memohon kepada BUPATI Kabupaten Tangerang Provinsi Banten berserta Instansi Terkait, agar meninjau kembali keberadaan TPI CITUIS yang masih semrawut mulai dari Lelang Ikannya begitu juga Lapak / Tempat penjualan ikannya benar benar kumuh.


Dari hasil pantauan awak media news Investigasi di lapangan banyak keluhan dari nelayan maupun pedagang ikan tentang kerja pegawai TPI CITUIS. Yerindikasi Manajer TPI CITUIS Desa Surya Bahari yang bernama SURYADI merangkap jabatan di Susunan Pengurus KUD MINA SAMUDRA. Di duga Suryadi sebagai Manajer TPI ikut terlibat menikmati uang dari orang alang alang ikan, maupun dari hasil penyewaan Lapak / tempat jual ikan. Pembangunan TPI Cituos terkesan belum 100 % Rampung yang menggunakan dana……? kalau dana pem erintah, kemana uang setoran para peda gang yang mendapat lapak / tempat jual ikan sedang setiap lapak harga jual mencapai Puluhan Juta. jadi kepada penegak hukum agar mengambil tidakan tegas bila mana ada dugaan Korupsi dan merugikan keuangan negara demi memperkaya kepentingan pribadi, dalam hal ini, para nelayanlah yang menjadi tumbal.

Seperti yang di ketahui, para nelayan sudah mendapatkan perlindungan dari UNDANG UNDANG Nomor 7 Tahun 2016 Tentang PERLINDUNGAN dan PEMBERDAYAAN NELAYAN, yang ada malah sebaliknya kemana letak KESEJAHTERAANnya Para Nelayan kalau ada Oknum pengurus masih mementingkan kepentingan pribadi.

( EZ / TIM ) .