AKSI DEMO WARGA WARNAI PADA SIMULASI PENANGGULANGAN TSUNAMI

AKSI DEMO WARGA  WARNAI PADA SIMULASI PENANGGULANGAN TSUNAMI

News Investigasi 86,BANYUWANGI:
Center Poin.
Pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana tsunami di Pantai Mustika, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi, sabtu (05/01) siang, dilakukan bersama Polri, TNI, BPBD, BMKG, TIM SAR dan PMI empat diwarnai kericuhan, Kegiatan berlangsung dengan tujuan untuk memberikan pelatihan terhadap warga sekitar karena di nilai rawan bencana tsunami di pantai selatan jawa,

Namun aksi tersebut di warnai kericuhan yang sempat membuat pelaksanaan simulasi terhambat, Bermula dari aksi salah seorang warga bernama Dayat yang menolak keberadaan Tambang Emas Tumpang pitu yang dikelolah PT.Bumi Suksesindo (BSI) dengan membagikan stiker tolak Tambang tumpang pitu, Saat itu Kapolda Jatim dan jajarannya sedang berphoto bersama Bupati Banyuwangi dan beberapa Warga Pancer, lantaran dianggap menganggu, Dayatpun diamankan, Namun tak lama kemudian dilepaskan kembali.


Menurut Dayat, aksinya tersebut didorong oleh keinginannya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini menolak adanya Tambang Emas Tumpang pitu kepada Gubernur Jatim, Bupati Banyuwangi, Kapolda Jatim dan Pangdam Jaya yang diperkirakan hadir dalam acara simulasi tsunami tersebut.

“Sticker tolak tambang saya bagikan dan ada tiga permintaan di dalamnya,”
isi permintaan tersebut antara lain, minta dibatalkanya izin usaha pertambangan milik PT. DSI dan dibatalkanya izin usaha pertambangan milik PT.IMN yang hingga saat ini belum dibatalkan meskipun sudah tidak mengelola lagi. Serta meminta dibatalkan juga ijin usaha pertambangan milik PT. Bumi Suksesindo (BSI)”

Harus bagaimana lagi, selama ini aspirasi masyarakat tidak pernah di dengar oleh pemerintah, makanya saat ada pejabat- pejabat dari provinsi ya kita bagikan stiker biar tahu aspirasi masyarakat sekitar yang sebenarnya, tambah Dayat.

Dayat menganggap keberadaan perusahaan pertambangan emas di Tumpang pitu tidak ada manfaatnya bagi warga di sekitarnya, Bahkan cenderung merugikan, lantaran dampak pertambangan logam mulia tersebut dapat merusak lingkungan yang sudah dirasakan oleh para Nelayan Pancer yang mengeluh hasil tangkapan ikannya menurun semenjak adanya pertambangan emas tersebut.

“Pertambangan ini tidak bermanfaat dan malah membuat resah warga sekitar,” ujar Dayat. Selain itu, aksi juga dilakukan oleh Nuraini, perempuan paruh baya yang nekat minta photo bersama Kapolda dan Bupati Banyuwangi dan warga lainnya dengan menggunakan kaos Tolak Tambang, Akibat aksinya, mereka terpaksa diamankan oleh petugas kepolisian dan Satpol PP agar tidak berulah.

“Saya hanya ingin ketemu dengan Bupati, kenapa kalian halang-halangi, apa karena saya pakai kaos tolak tambang,” teriak Nuraini. Saking frontalnya ia melawan petugas, sampai-sampai ia jatuh pingsan karena diseret oleh oknum petugas.

“Saya hanya ingin meminta tanggung jawab Bupati, sesuai permintaannya ke KLHK, Gunung Tumpang pintu yang dulunya Hutan lindung kini menjadi hutan produksi, Sekarang hutan lindung Tumpang pitu habis, setiap hari di Bom untuk pertambangan,” ujarnya.

Meski diwarnai berbagai aksi, namun simulasi penangulangan bencana tsunami yang digelar tetap berjalan aman dan kondusif, berkat kesigapan pihak kepolisian dan Satpol PP.

(Biro.Banyuwangi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *