CILETUH SABILULUNGAN JADI AGENDA TAHUNAN PAPSI

CILETUH SABILULUNGAN JADI  AGENDA TAHUNAN PAPSI

News Investigasi86. SUKABUMI :
SABTU_15 Desember 2018.

SABILULUNGAN adalah salah satu kegiatan pentas kreasi kesenian budaya Sunda. Dan menjadi agenda tahunan yang di suguhkan oleh sebuah paguyuban PAPSI ( Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi ) yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi, tepatnya diKecamatan Ciemas. Sabilulungan sendiri, menyuguhkan berbagai pentas Kreasi seni, seperti” Tarian Liliuran, Bebegig Sawit, Penca Silat, Kohkol Keprak dan lainnya. Yang bisa menjadi tontonan budaya yang luar biasa.Karena mengandung nilai sejarah di dalamnya. Bahkan bisa menjadi tontonan yang seru bagi wisatawan lokal dan luar yang berada di lokasi kegiatan tersebut.

CILETUH SABILULUNGAN dilaksankan di Bukit Panenjoan, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas Sukabumi Jawa Barat selama dua hari dua malam. Yang dimulai dari Jum’at malam dengan acara Pengajian/Istiqosah. Kemudian Sabtu siangnya dilanjut dengan acara pentas Seni Budaya Sunda dan Fhasion show Batik pajampangan dan lainnya. Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi Drs.H.Adjo Sardjono,M.M.Jam 09:00 Wib.

Hadir diacara tersebut diantaranya Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi H Dana Budiman beserta staff dan jajaran.Camat Ciemas, A Samsul Bahri S.Sos dan staff juga seluruh Muspika Kecamatan Ciemas Kapolsek, Danrami, Koriandik, Ketua Papsi Endang Sutisna dan anggota,peserta kegiatan (para penari,budayawan), Juga tamu undangan lainnya.

Camat Ciemas A Samsul Bahri S.Sos, mengatakan kepada awak Media ” Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Bisa mengembangkan Potensi Budaya Masyarakat khususnya masyarakat Pasundan. Ini merupakan bagian dari promosi wisata untuk Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Event ini bisa mendongkrak kunjungan wisata yang masuk kekawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Dengan kegiatan ini pula, bagaimana seni budaya ini bisa tetap terjaga, terpelihara kepada anak-anak kita, kepada cucu kita kedepannya. Dan anggaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Sejauh ini, pihak Kecamatan tidak tahu. Karena ini diadakan murni oleh kelembagaan Paguyuban (PAPSI)“.

Mereka yang sepenuhnya yang mencari dan menghimpun dana penyelenggaraan, termasuk juga untuk jenis-jenis kegiatan yang dilaksanakan. Kalau kita sendiri hanya ikut berpartisipasi untuk menyumbang dan mensupport untuk mensukseskan kegiatannya. Jadinya tidak hafal. Berapa anggarannya ini kita tidak tahu. Harapan saya kedepannya, kegiatan ini bisa lebih baik lagi dimasa masa yang akan datang baik dari segi penataan, kemudian juga dari segi pengelolaan seni budayanya. Termasuk juga peningkatan koordinasi dengan kelembagaan kelembagaan maupun dengan instansi pemerintah yang ada “Tuturnya.

Endang Sutisna Ketua PAPSI. Menjelaskan juga ke Media ” Tujuan kami melaksanakan Kegiatan ini adalah untuk mempersatukan dari berbagai komunitas yang mengangkat seni budaya lokal yang ada di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Sekitar Kurang lebih 38 kelompok dengan jumlah talennya sekitar 560 orang. Dari setiap Kecamatan bahkan dari luar juga Ada.Juga kedatangan dari beberapa Universitas yang sekaligus mendukung kegiatan ini.Untuk angaran,Kami punya sablon yang dikelola oleh Guay.

Lanjut Entis,” Kami buat kaos, kami jual kaos tersebut. Dan dialokasikan sasarannya buat donasi.Untuk Acara Sabilulungan ini.Sudah terhitung sampai saat ini laba Rp.15jt. Kamipun menyarankan kepada seluruh anggota Papsi, wajib untuk menyumbangkan seperti:Beras, Singkong, Ikan, Pisang dan lainnya. Kami juga berjasama dengan para pemilik Homestay. Kamipun siapkan dapur Umum yang masak itu ibu ibu kuliner. Tanpa kami bayar mereka. Termasuk peserta, kita hanya menyiapkan makan dan tempat tidur bagi yang jauh. Kalau dari dinas Pariwisata Kabupaten/Provinsi, diakhir tahun sudah tidak ada anggaran. Tapi dari Bu Romlah secara pribadi memberi kepada kami Rp.1,5jt dan Kadis Pariwisata Kabupaten memberi Rp.5jt. Sampai saat ini mungkin Kurang lebih 20jt ada. Harapan kami untuk Sabilulungan ke-4 nanti dari dinas terkait bisa mengalokasikan dana untuk kegiatan acara seperti ini. Karena sampai Sabilulungan Ke-3 ini tidak ada anggaran khusus dari dinas “Ungkapnya.

(Iwan Sugiyanto)