Di Duga Di Back Up Oknum, Galian Ilegal Di Cariu Bogor Meraja Lela

News Investigasi 86, Kabupaten Bogor : Tambang galian ilegal masih marak di kecamatan Cariu Kabupaten Bogor, salah satunya yang yang berlokasi di kampung Halang desa Bantar kuning. Satpol PP Kecamatan Cariu telah beberapa kali melakukan razia penertiban, namun para pengusaha galian liar ini tidak pernah jera dan masih saja membuka dan memjalankan usahanya. Di duga adanya main mata antara pengusaha galian liar dengan oknum aparat setempat baik dari tingkat desa sampai kecamatan serta oknum aparat keamanan.

Masyarakat mengharapkan agar Kapolri dan Menteri Lingkungan Hidup segera melakukan penertiban sehingga kerusakan ekosistim lingkungan tidak makin meluas.

Galian ilegal itu harus segera ditutup karena sangat merusak lingkungan. Saya berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Lingkungan Hidup menurunkan team dari Mabes Polri untuk mengusut tuntas siapa siapa saja yang terlibat digalian ilegal itu,” ujar nara sumber berinisial FR.

Lanjutnya “Sudah sering di lakukan razia namun seakan akan mereka tidak pernah jera, tambang ilegal itu terus muncul dan kembali marak sehingga berpotensi merugikan daerah, merusak lingkungan, dan infrastruktur jalan. Mungkin karena ada keterlibatan oknum oknum ,” pungkasnya.

Diperkirakan untuk beberapa titik di Kecamatan Cariu kabupaten Bogor setidaknya material galian C yang keluar setiap hari mencapai ratusan truk.

Sebagian besar material itu ditambang dengan cara ilegal tanpa mengurus perizinan yang dibutuhkan, atau tidak memiliki izin tetapi melakukan penggalian karena adanya oknum yang memback up mereka.

Sementara itu Cecep Nurhayat selaku Sekretaris Desa Bantar Kuning ketika ditemui tim media News Investigasi diruang kerjanya mengatakan,” di Kecamatan Cariu ada tiga penambang, diantaranya bekas Kades Bantar Kuning yang bernama Haji Ucup dan Ronal Irwan Sirait“.

Saya selaku Sekretaris Desa Bantar Kuning sudah sering menegur tapi tidak diindahkan dan Kami sudah memanggil pihak penambang ke Kantor Desa, tapi yang saya lihat dilapangan tetap berjalan, soalnya untuk pak kades tiap rit ada jatahnya tapi saya tidak tahu berapa,” ujarnya.(8/11/2018).

H. Amsori Anggota Satpol PP Kecamatan Cariu, mengatakan,” pihaknya sudah memberikan himbauan tapi tidak di indahkan. Sudah ada tindakan penertiban dengan menutup dan memberikan police line pada lokasi penambangan akan tetapi tidak selang lama sudah buka kembali padahal pelanggaran yang di buatnya banyak “.

Menegakkan perda sudah jadi tanggung jawab kami, namun di sisi lain kami juga serba salah, karena mereka kan pelaku usaha. jadi Kami menyarankan, menjalankan usaha galian itu perizinannya harus di penuhi kalau tidak silahkan tutup,” ujarnya

(Tim News Investigasi 86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *