POLDA KEPRI UNGKAP KORUPSI PEKERJAAN PEMBANGUNAN PASAR MODERN (1 PAKET)

POLDA KEPRI UNGKAP KORUPSI PEKERJAAN PEMBANGUNAN PASAR MODERN (1 PAKET)

News Investigasi 86, Kepri :
Subbid Tipidkor Direskrimsus Polda Kepri berhasil ungkap tindak pidana korupsi pada kegiatan pekerjaan pembangunan PASAR MODERN (1 PAKET) antara Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna dengan PT. Mangkubuana Hutama Jaya. Proyek pengerjaan pembangunan Pasar Modern tersebut menggunaka APBD Kabupaten Natuna TA. 2014 DAN 2015
Nomor :83/XI/2018/SIARAN PERS

Kronologis kejadian
Kamis tanggal 24 September 2014 ditandatangani Surat Perjanjian Kerja Konstruksi (Kontrak Induk) untuk melaksanakan Pembangunan Pasar Modern (1 Paket) Nomor : 644/PU-CK/KTR-INDUK/FISIK/165/IX/2014; antara tersangka Inisial M selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna bertindak untuk dan atas nama SKPD Dinas PU Kab. Natuna berdasarkan SK Bupati No. 48 Tahun 2014 dan tersangka Inisial MA selaku Direktur Utama bertindak untuk dan atas nama PT. Mangkubuana Hutama Jaya berdasarkan Akte Pendirian Nomor 24 Tanggal 14 Juli 1997 dan Akte Perubahan Nomor 118 tanggal 20 Januari 2012. Total harga Kontrak atau Nilai Kontrak Induk adalah sebesar Rp. 36.688.120.000,-. (Tiga Puluh Enam Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah) Kontrak mulai berlaku sejak tanggal 4 September 2014 sampai dengan tanggal 25 Desember 2015. Kegiatan pekerjaan kontruksi Pembangunan Pasar Modern (1 Paket) tersebut mulai dari pelaksanaan sampai dengan pembayaran bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Akibat dari perbuatan para tersangka tersebut negara telah dirugikan sebesar Rp. 4.173.459.783,40 (empat miliar seratus tujuh puluh tiga juta empat ratus lima puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh tiga ribu empat puluh rupiah), sebagaimana tersebut dalam Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau Nomor : SR-356 / PW / 28 / 5 / 2018, tanggal 08 Agustus 2018.

Para tersangka yang terlibat dalam Kasus Korupsi tersebut dan kini telah ditahan di sel Tahanan Polda kepri, masing masing berinisial M, MA, MBI, LH, ZH, DAP, DS, S dan NST

Para tersangka dapat di kenai pasa 2 ayat (1).” Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) “.

Pasal 3 “ Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) “.

Pasal 55 KUHP Ayat (1) Dihukum sebagai orang yang melakukan peristiwa pidana:
Ke-1 Orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan itu.

UURI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UURI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Endi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *