OKNUM WARTAWAN DI AMANKAN POLISI,MEMALUKAN

OKNUM WARTAWAN DI AMANKAN POLISI,MEMALUKAN

News Investigasi86, INDRAMAYU :
21 November 2018
Dunia Jurnalis tercoreng oleh Seorang oknum wartawan berinisial SS (60), warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dia harus berurusan dengan polisi karena ketahuan mencuri satu unit laptop dari ruangan Kepala SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu. Aksi tak terpuji SS itu terekam kamera CCTV.

Oknum wartawan sebuah media cetak mingguan itu diamankan saat berada di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, sekitar 2 kilometer dari SMPN 2 Sindang. Kini ia ditahan di Mapolsek Sindang untuk selanjutnya diproses secara hukum.

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris YM Marzuki SIK melalui Kapolsek Sindang AKP Iin Sukaeti, membenarkan pihaknya telah mengamankan oknum wartawan tersebut berdasarkan laporan dari Pihak sekolah SMPN 2 Sindang Indramayu. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti laptop dan satu unit sepeda motor, ID card wartawan bersama surat tugasnya dan satu ID card lainnya.

AKP Iin Sukaeti mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pihak sekolah SMPN 2 Sindang terkait peristiwa pencurian tersebut. Dari olah TKP, petugas mengindentifikasi pelakunya. Karena aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di ruangan kepala sekolah. “ Tak lama, hanya butuh waktu sekitar 12 jam tersangka berhasil kita amankan. SS ditangkap saat berada di kantor Disdik Kabupaten Indramayu,” ujar AKP Iin Sukaeti.

Dalam hasil rekaman CCTV, terlihat seorang pria berkumis, yakni tersangka SS, dengan gerak-gerik mencurigakan mondar mandir di depan pintu ruangan kepala SMPN 2 Sindang. Selang tidak berapa lama, pelaku kemudian dengan tergesa- gesa masuk ruangan lalu mengambil laptop yang ada di meja kepala sekolah.
Dengan gerak cepat, SS memasukan laptop ke dalam tas ranselnya. Ia kemudian keluar ruangan dan kabur.

Saat diperiksa, SS mengakui perbuatannya. Alasannya karena terdesak kebutuhan ekonomi. Apapun alasannya, aksi itu tidak dibenarkan. Kami jerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkas kapolsek.
( Tim Redaksi )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *