BIMBINGAN TEKNIS PENERAPAN GAP SAYURAN(CABAI) APBD 1 2018

BIMBINGAN TEKNIS PENERAPAN GAP SAYURAN(CABAI) APBD 1 2018

News Investigasi86. SUKABUMI :
Selasa 06 November 2018.
Dalam upaya untuk meningkatkan Hasil Pertanian Sayuran terutama Petani Kelompok Cabai. Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat mengadakan bimbingan Teknis Penerapan Good Agricultural practices (GAP), bekerja sama dengan BP3K Kecamatan Ciemas dan UPTD pertanian Jampang kepada Kelompok Tani sekecamatan Ciemas Khususnya petani cabai. Yang dilaksankan di kantor BP3K Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan di buka oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat kasi Sayur dan Obat, Adang S.P.mp.Jam 08:30 Wib.

Hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat Kepala seksi sayur dan obat Adang S. P. MP, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi diwakili oleh Kepala UPTD pertanian wilayah enam(6)Jampang Yaya Kuswaya S. pi, Kepala Bp3k Kecamatan Ciemas Aang Eso Suwarso S. PI, beserta Stafnya, serta 25 orang kelompok tani sekecamatan Ciemas juga tamu – tamu undangan lainnya.

Kepala seksi Pertanian Kasi Sayur dan Obat Provinsi Jawa Barat, Adang S.P.mp. Menjelaskan kepada awak media ” Kegiatan dari APBD 1 mempunyai kewajiban membimbing dalam rangka penerapan, istilahnya GAP cabai (Good Agricultural Practices) artinya Budi daya yang baik dan benar. Karena setiap komunitas Petani khususnya Cabai harus bisa menguntungkan dari produk Yang dihasilkan. Supaya lebih meningkat produksi, Produksifitas dan aman Komsumsi. Oleh sebab itu kita memberikan bimbingan teknis tentang budidaya Komoditas, Holtikultura khususnya petani Cabai agar pendapatan petani bisa terus meningkat dan produk yang akan dihasilkannya nanti setelah petani menerapkan GAPSOS dan nanti bisa di Registrasi bahwa produk yang dihasilkan petani bisa di nilai. Dari proses persiapan tanam lahan. Harapan kita nanti bisa bergantian karena sekarang baru dua puluh lima (25) kelompok tani di Kecamatan Ciemas mungkin nanti bisa di Ciracap, Surade dan kecamatan Kecamatan lainnya.

Lanjut Adang ” Kita Berkerja sama antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten sampai tingkat Kecamatan. Bahkan kelompok tanipun yang memang sebagai pelaku langsung harus mau merubah Maindset mereka, bahwa di luar sana itu lebih maju. Bukan hanya cukup membudidayakan secara Kompensional tapi bagaimana meningkatkan produksi dan produktipitas yang bermutu ” Tuturnya.

Fandi Irwansyah salah seorang kelompok tani yang berasal dari Kampung Sumili Tiga(3), Rt 003/006 Kedusunan Bantar limus, Desa Cibenda. Menuturkan kepada awak media ” Kegiatan ini sangat efektif dan efisien, terutama bagi Kelompok Kelompok tani yang menerima azas manfaat dari program ini. Karena kalau tidak ada kegiatan ini, tentunya petani tidak akan tahu bagaimana caranya budidaya yang baik dan benar “.

(ANWAR & S P)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *