Janji Kepala BPBD Pasaman Membuat Kecewa Masyarakat Panti,Seperti Di Anak Tirikan

Janji Kepala BPBD Pasaman Membuat Kecewa Masyarakat Panti,Seperti Di Anak Tirikan

Newsinvestigasi86. Pasaman :
Pasca banjir yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, salah satunya di Nagari Panti Timur Kecamatan Panti pada bulan Oktober 2018 yang lalu. Masyarakat di daerah itu kecewa terhadap kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman.

Pasalnya, masyarakat di Nagari Panti Timur merasa di anak tirikan oleh BPBD Pasaman dan kecewa dengan janji kepala BPBD Pasaman, Masfed Kenedi.

Wali Nagari Panti Timur Asran Irsyah, menyampaikan bahwa kepala BPBD Pasaman Masfet Kenedi pernah menjanjikan akan meminjamkan excavator untuk penanganan dampak bencana banjir jebolnya sungai di daerah itu sehingga aliran sungai merusak persawahan warga. Namun hingga saat ini janji itu belum ada kejelasannya.

Masyarakat yang terdampak banjir menunggu janji kepala BPBD Pasaman untuk bantuan alat berat excavator guna memperbaiki tanggul sungai yang jebol. Saat itu beliau menyanggupi permintaan masyarakat tersebut dan menyampaikan akan segera mendatangkan excavator, namun hingga kini belum ada kejelasan “, kecam Wali Nagari Panti Timur, Asran Irsyah, Minggu (4/11/18).

Asran Irsyah mengatakan,” akibat janji kepala BPBD Pasaman tak ada kejelasan, akhirnya masyarakat di Nagari Panti Timur iuran menyewa alat berat excavator untuk penanganan dampak banjir di Jorong Khatimahar dan Lundar “.

Kemudian kepala Jorong Lundar, Miran juga menyampaikan kekecewaannya tehadap kepala BPBD itu.

Kami merasa di anak tirikan BPBD Pasaman. Daerah lain disediakan alat berat untuk penanganan dampak bencana, sementara kami sudah bermohon – mohon, namun belum juga dikabulkan “, kata Miran.

Miran menjelaskan, usai janji kepala BPBD untuk meminjamkan alat berat itu, kepala BPBD tersebut menyuruh membuat laporan bencana.

Surat laporan itu telah kami antarkan langsung ke BPBD Pasaman, namun sampai sekarang tak ada kejelasan. Kami dari masyarakat kecewa “, kecamnya.

Miran juga membenarkan bahwa khusus Jorong Lundar juga terpaksa menyewa alat berat. Sebab katanya,” kalau tidak cepat ditangani akan menyebabkan gagal panen“.

Namun ia katakan, sekarang sungai itu telah jebol kembali. “ Bagaimana lagi kami akan menyampaikan hal ini. Kami mohon kepada media tolong kami, kami mohon bantuan “, ucap Miran, (4/11/18).

Sementara kepala BPBD Pasaman, saat dikonfirmasi, mengatakan, ” Ya memang benar saya berjanji, namun harus sabar, alat berat BPBD tidak ada, alat berat PU yang diharapkan, namun katanya rusak “, kata Masfed.

Semua ada prosesnya, seperti harus rapat OPD “, ungkap kepala BPBD Pasaman ini.

(Darlin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *