Donatus Tak Berkutik, Terkena OTT Polda Kalbar

Donatus Tak Berkutik, Terkena OTT Polda Kalbar

News Investigasi86, Ketapang :
Sepandai-pandainya Tupai melompat ia akan jatuh juga. Mungkin pepatah inilah yang pantas diberikan kepada Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang Donatus Gaza. Sehebat apapun dia menyimpan prilaku busuk, akhirnya Donatus petualangannya kandas di tangan aparat Kepolisian .

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, orang nomor satu di jajaran SKPD PUTR Ketapang tersebut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Ditreskrimsus Polda Kalbar senin, (22/10). Donatus pun di bawa ke Mapolres Ketapang untuk di proses dan mempertanggunjawabkan perbuatannya karena di duga telah melakukan pungli.

Untuk memudahkan penyelidikan dan penyidikan, Polda Kalbar juga mengamankan beberapa orang saksi dari jajaran Dinas PUTR, menyita berkas-berkas, menyegel ruang kantor PUTR serta menggeledah rumah Donatus.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, dalam proses penangkapan Tim Polda Kalbar mendapat sedikit perlawanan. Donatus menyangkal apa yang dituduhkan kepadanya dan tidak mau untuk di bawa petugas.

Setelah diancam untuk diborgol, akhirnya ia mengalah dan mengikuti apa yang diarahkan. Dua polisi membuat Donatus tak berkutik, dengan sigap dua anggota polisi memegang tangan Donatussecara bersebelahan dan membawanya ke mobil,” terang nara sumber.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang pada media menjelaskan, dan membenarkan atas kejadian ini. Penangkapan terhadap Kadis Donatus dalam OTT tersebut dipimpin oleh Kasubdit III AKBP Prasetyo Adhi Wibowa dan di back up Polres Ketapang.

Selain Donatus, polisi juga mengamankan enam orang pegawai Dinas PUTR Ketapang yakni Kasi Perencanaan Bidang Bina Marga inisial ID, Kasi Perencanaan Bidang Cipta Karya inisial FT, Plt. Kabid Pengairan inisial HK, Kasi Pembangunan Bidang Sumber Daya Air inisial AM serta dua staf lainya msing-masing berinisial HN dan AF.

OTT terhadap Donatus terkait dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar di lingkungan Dinas PUTR Ketapang. Bermula dari laporan yang dikeluhkan oleh kontraktor atas kinerja Kadis PU. Dimana, kontraktor dipersulit dalam pencairan dana proyek yang sudah selesai dikerjakan. Secara sepihak kadis yang juga sebagai pengguna anggaran, mengharuskan kontraktor untuk membayar fee sebesar 5 % dari nilai proyek.

Polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mengeledah kantor dan rumah tersangka serta melakukan gelar perkara.

Terlapor diduga melanggar pasal 12 huruf e atau pasal 11 Undang-Undang No 31 tahun1999 jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan atau pasal 3, pasal 4, pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” ungkapnya.

Menyikapi Peristiwa OTT tersebut, Aktifis Ketapang H. Zainudin menyambut baik dan mengapresiasi atas kinerja aparat polisi. Ini adalah bukti nyata institusi polisi tidak main-main di dalam memberantas korupsi.

Semoga tindakan hukum ini dapat memberikan efek jera dan menjadi contoh kepada masyarakat agar tidak melakukan korupsi,” ucapnya.(Yopi/Tris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *