PROYEK PERUMAHAN NELAYAN BOLAANG MONGONDOW UTARA DI KERJAKAN TIDAK SESUAI BESTEK ALIAS AMBURADUL.

PROYEK PERUMAHAN NELAYAN BOLAANG MONGONDOW UTARA DI KERJAKAN TIDAK SESUAI BESTEK ALIAS AMBURADUL.

News Investigasi86, Bol-mut :
Dari hasil pantauan awak media di lokasi proyek banyak menemukan penyimpangan yang beragam,yang tidak sesuai dengan BESTEK yang di rencanakan. ketidak sesuaian pembangunan itu sangat jelas terlihat di beberapa item pekerjaan dari pematangan lahan di kerjakan dengan asal asalan. Tentunya hal ini dapat memicu terjadinya kerusakan bangunan ketika menghadapi musim penghujan nanti, karena bangunan tersebut tidak mengunakan pondasi yang sehurusnya.

Dari keterangan nara sumber DS dan RJ yang nota bene pekerja di lokasi proyek tersebut yang tidak mau di sebutkan namanya,” ada bangunan yang mengunakan pondasi tapak dan sebagian besar tidak mengunakan pondasi tetapi hanya mengunakan sloop di atas tanah eksisting yang tidak di ketahui kestabilan tanah tersebut dan ini sangat tidak di benarkan dalam dunia kontruksi “.

Dengan mengacu pada pedoman SNI 8460:2017.9.2.1 persyaratan dasar perancangan pondasi, seharusnya pondasi dari suatu bangunan struktur harus di rencanakan dan dibangun agar aman dalam memikul beban tanpa mengurangi kestabilan ataupun menyebabkan deformasi yang besar pada bangunan tersebut di sekitarnya.

Dapat di simpulkan bahwa pelaksanaan pembangunan pondasi di proyek tersebut, sangat menyalahi aturan teknis pekerjaanya dan juga sangat menyalahi aturan SNI code yang di keluarkan oleh BSN. Bahkan juga dilihat dari kontruksi besi yang terpasang di bangunan tersebut tidak sesuai dengan dengan gambar rencana, dari yang seharusnya mengunakan besi 12 mm sesuai yang ada di gambar,pada kenyataannya lain, yang terpasang besi 10 mm (banci). Tentunya ini sudah sangat menyalahi aturan yang ada.

Masyarakatpun berharap agar proyek ini mendapat perhatian yang serius dari kejaksaan dan KPK untuk dapat di usut tuntas sampai ke akar akarnya terhadap pihak pihak yang bertanggung jawab.
Karena ada diduga kuat antara pihak Satker, Konsultan dan Kontraktor pelaksana telah melakukan kongkalikong secara bersama sama melakukan pemufakatan jahat. Ketika tim media bermaksud untuk meminta konfirmasi terkait permasalahan tersebut, pihak Satker dan Konsultant selalu tidak ada di tempat dan susah untuk di hubungi.

Terkait stabilitas timbunan atau pemadatan tanah dalam pelaksanaan pekerjaan cut and fill dalam pengerjaannya tidak dilakukan dengan benar. Dan tidak mempertimbangkan analisis setelment (penurunan tanah) yang akan terjadi. Hal ini sudah barang tentu akan berdampak sangat negatif pada bangunan struktur yang bisa mengakibatkan terjadinya patah struktur akibat penurunan tanah tersebut.
(Risly)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *