Warga Jati Baru Ciasem Resah Dengan Keberadaan Kandang Ternak Ayam Di Dekat Pemukiman Dan Tempat Ibadah

Warga Jati Baru Ciasem Resah Dengan  Keberadaan Kandang Ternak Ayam Di  Dekat Pemukiman Dan Tempat Ibadah

News Investigasi 86, Subang : Di duga adanya pelanggaran ijin prinsip dari masyarakat dan H.O (Ijin gangguan) dari Dinas Peternakan yang di lakukan oleh pemilik kandang ternak ayam yang berlokasi di dekat pemukiman warga di desa di dusun Perigi desa Jatibaru kecamatan Ciasem Kabupaten Subang.

Awak media News Investigasi 86 dan DPC GAWARIS (Gabungan Wartawan Republik Indonesia Satu) Kabupaten Subang mendapat informasi dari masyarkat maupun tokoh-tokoh masyarakat Jatibaru tentang adanya ternak ayam negeri yang lokasinya berada di pemukiman penduduk di Dusun Perigi Desa Jatibaru Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang. Awak media News Investigasi 86 langsung melakukan investigasi kelapangan untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut, ternyata memang benar adanya. Bahkan ternak ayam negeri tersebut termasuk agro, karena berkapasitas ayam diternak sekitar 40 ribu ekor, lokasi kandang ayam tersebut berhimpitan dengan tempat ibadah (Mushola) dan sangat berdekatan dengan pemukiman penduduk.

Awak media news inverstigasi 86 meminta konfirmasi kepada pemilik ternak Bpk. WARDIM,dia mengatakan” sudah ada izin SIUP maupun izin mendirikan Kandang ”, lanjutnya dengan nada sombong mengatakan kepada awak media,” maunya apa saya banyak kenal banyak anggota pihak kepolisian baik Polsek maupun Polres ”( dengan nada sombong).

Menurut hasil pantauan dilapangan, ditemukan adanya dugaan pelanggaran dari izin ternak ayam negri tersebut, karena disamping kandang ayam yang lama, ada juga bangunan yang akan dibangun baru kandang ayam ternak, tenyata ketika pertanyakan kepada pemilik kandang ayam Bpk WARDIM masalah izin dia hanya memperlihatkan IMB dan SIUP yang dikeluarkan oleh Pemda Subang BMPM sedangkan izin dari masyarkat desa maupun camat tidak ada bahkan izin H.O dari dinas peternakan juga tidak ada. Untuk izin prinsip dari Desa. Awak media mengkonfirmasi ke Desa Jatibaru ternyata pihak Desa tidak pernah memberikan rekomendasi izin atas dasar usulan masyarakat, lokasi ternak ayam negeri berada di pemukiman penduduk yang sudah jelas telah melanggar dari Undang-undang yang telah ditentukan pemerintah maupun undang-undang instansi yang terkait untuk itu warga masyarakat mengharapkan kepada dinas dan instansi yang terkait agar menutup lokasi kandang ternak ayam tersebut. Agar masyarkat disekitarnya tidak terganggu dengan bau yang tidak sedap dari limbah ternak ayam negeri, karena sewaktu waktu masyarkat sekitarnya bisa terinfeksi bakteri penyakit yang disebabkan limbah dan bau yang ditimbulkan sangat tidak sedap serta dapat mengganggu kesehatan untuk masyarakat sekitarnya, seperti salah satunya penyakit Flu Burung. (Kalim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *