DANLANTAMAL XII PONTIANAK HADIRI UPACARA HUT TNI KE-73/2018 DI KODAM XII/Tpr.

DANLANTAMAL XII PONTIANAK HADIRI UPACARA HUT TNI KE-73/2018 DI KODAM XII/Tpr.

News Investigasi 86, Pontianak : Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Laksamana Pertama TNI Greg. Agung W.D., M. Tr (Han) di dampingi Ketua Korcab XII DJA I, Ny.Widya Agung hadiri Upacara puncak HUT TNI KE-73 TH.2018 di Lap.Bola Makodam XII/Tanjungpura Kuburaya Kalbar. Jumat (5/10/2018)

Pada puncak kegiatan upacara HUT TNI KE-73/2018 di Kalimantan Barat ini di lapangan Bola Makodam XII/Tanjungpura yang di ikuti beberapa Batalyon/Kompi TNI AD, AL, AU Kalimantan Barat yang di pimpin sebagai Inspektur Upacara (Irup) Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi, dengan di hadiri petinggi TNI Kalbar, Danlantamal XII Pontianak Laksamana Pertama TNI Greg. Agung W.D., M. Tr ,(Han), Danlanud Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo, Kapolda Kalbar, Gubernur Kalbar, Forkopimda, tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan Upacara HUT TNI Ke-73 ini, Panglima kodam XII/Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya kepada Mayor Ckm Supriyadi yang menjabat sebagai Kasimatkes Kesdam XII/Tpr dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 73 TNI halaman Upacara Makodam XII/Tpr.

Selain itu,  Pangdam XII/Tpr juga menyematkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Kesetian XX Tahun kepada Sersan Kepala Esa Trias Widiarto yang bertugas sebagai Ur Mindalhan Dis Harkan Lantamal XII, dan Satya Lancana Kesetian XVI Tahun kepada Sersan Dua Rolly Piliang yang betugas di Bintara Pembekalan Si Yenpers Dispers Lanud Supadio, selesai upacara di berikan ucapan dan penghargaan oleh Pangdam XII/Tpr kepada kompi terbaik yel2 TNI diraih Kompi Yonmarhanlan XII.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak sejenak memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar meringankan beban yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Demikian pula beban yang masih diderita saudara-saudara kita di Lombok. Semoga kekuatan dan ketabahan menyertai saudarasaudara kita dalam upaya memulihkan kembali kondisi sebagaimana sedia kala.

“Semoga pula apa yang telah kita lakukan bersama, baik dalam bentuk bantuan secara fisik maupun dukungan doa, dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan tersebut,” kata Panglima TNI, Jumat (5/10), dalam Amanat yang dibacakan Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi, saat menjadi Irup HUT Ke 73 TNI di Lapangan Makodam XII/Tpr.

Dikatakannya, TNI bersama-sama berbagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu membahu. Kita berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita.

“TNI telah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap,” jelasnya.

Apa yang dilaksanakan di lokasi bencana, baik pengerahan personel maupun alutista, adalah sebagian dari bentuk profesionalisme TNI. Sangat tepat, apabila peringatan HUT TNI ke-73 tahun 2018 ini, mengambil tema profesionalisme TNI Untuk Rakyat.

Tema singkat namun padat ini mengandung makna bahwa TNI yang senantiasa ditingkatkan profesionalismenya melalui berbagai pendidikan, latihan, persenjataan, alutsista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara, adalah semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Profesionalisme TNI diwujudkan dalam pelaksanaan operasi dan kegiatan-kegiatan serta latihan TNI dalam rangka menjalankan tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala macam ancaman dan gangguan.

TNI juga turut serta dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda dalam misi Perserikatan Bangsa Bangsa ke berbagai negara sebagai bentuk partisipasi negara dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Kiprah TNI dalam berbagai bentuk penugasan baik di dalam maupun luar negeri, membentuk TNI menjadi postur yang disegani. Sebagai alat negara, tugas TNI tidak lepas dari berbagai tantangan saat ini maupun di masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi dan teknologi global, telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru.

Krisis ekonomi yang diikuti dengan ketegangan percaturan politik global, membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di bidang informatika, siber, komunikasi, transportasi, biomolekular, militer, ruang angkasa, dan Iain sebagainya.

Ketidakpastian akibat krisis ekonomi, politik dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi, membawa perang tidak lagi terbatas (restricted war) dalam suatu batas teritorial. Perang telah menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi, seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini, dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara- Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital, non-letal tapi tetap menimbulkan dampak sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara.

“Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional, selain melahirkan dimensi-dimensi ruang palagan baru, juga menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai,” jelasnya.

Selain menghadapi kompleksitas tantangan ke depan, kata Panglima TNI, kita juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi akhirakhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu Pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah.

Pada tahun 2018 ini TNI telah terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian Iuar biasa gizi buruk di Asmat – Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu.

Tugas lain yang tidak kalah pentingnya adalah, membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan even-even strategis nasional dan internasional, seperti pengamanan Asian Games, Asian Para Games, dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank di Bali.

“Tantangan masa kini yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah hirup-pikuk kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Namun demikian diharapkan proses demokrasi tersebut tidak menimbulkan ancaman disintegrasi bangsa,” ujarnya.

Dijelaskannya, belajar dari pengalaman masa lalu, mencermati perkembangan di masa kini dan memperhatikan tantangan-tantangan di masa depan, maka TNI harus terus mentransformasi diri, menjadi kekuatan militer yang profesional, handal dan kapabel menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan.

Pembangunan TNI yang terstruktur dalam rencana Postur TNI dan Rencana Strategis TNI, pada tahun 2018 telah mencapai 61 target Minimum Essential Force (MEF), dan diharapkan pada akhir tahun 2019 akan mencapai 72% seperti target Pemerintah pada akhir Renstra 2015-2019.

Berbagai jenis alutsista akan berdatangan pada akhir tahun 2019, seperti rudal Stranreak TNi AD, kapal selam TNI AL, pesawat CN 235 TNI AL dan TNI AU, serta pesawat tempur Sukhoi 35 T NI AU. Sedangkan pembangunan sarana prasarana dan pemenuhan alutsista, terus dilaksanakan di empat satuan baru, yaitu Divisi Infanteri 3/Kostrad di Pakatto — Sulawesi Selatan, Koarmada III di Sorong, Koopsau III di Biak, dan Pasmar 3 di Sorong. Dalam waktu dekat juga akan diresmikan Pangkalan TNI Terpadu Natuna, sebagai pangkalan operasi TNI yang mengandung kekuatan tiga matra.

Dalam tugas-tugas selain perang, TNI juga terlibat dalam pengamanan pemilu dan TNI berkomitmen untuk terus menjaga netralitas, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Kesuksesan pengamanan Pilkada 2017 dan 2018 menjadi batu pijakan dalam pengamanan pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019.

Salah satu kuncinya adalah tekad TNI untuk terus penjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi benteng bagi keutuhan NKRI.

“Saya memberikan penekanan-penekanan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berada, untuk dipedomani dan dilaksanakan untuk perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepada-Nya lah kita berserah diri dan mendapatkan kekuatan,” pintanya.

Panglima TNI juga meminta untuk terus Pertahankan dan tingkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar kita selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa. Tingkatkan kewaspadaan dan profesionalisme karena setiap saat tugas selalu menanti, menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang dilimpahkan kepada TNI.

“Mantapkan netralitas TNI baik sebagai individu maupun satuan, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Janganlah terpancing emosi dan upaya-upaya melibatkan diri dalam mendukung kelompok tertentu selama pentahapan pemilu,” ingatnya.

Kemudian, jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalahuu semata-mata untuk kepentingàan bangsa dan negara tercinta ini

Puncak Upacara HUT TNI ke-73 / 2018 di lap Bola Kodam XII/Tpr yang selanjutnya di teruskan rangkaian kegiatan Syukuran di aula, Pameran Alutsista 3 Matra TNI Kalbar, Bazar murah bagi keluarga TNI dan masyarakat umum bertempat di Makodam XII/ Tpr, dg dihadiri, Danlantamal XII, Danlanud Supadio, Kapolda Kalbar, Gubernur Kalbar, Fotkopimda Kalbar, para pejabat teras TNI AD, AL, AU Kalbar dan Keluarga TNI serta masyarakat umum.
(Yopi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *