Jum. Jul 10th, 2020

Pemerintah Kota Kendari Optimis Wujudkan Kota Layak Huni Ditahun 2025

-Setelah melakukan berbagai macam upaya dalam menggenjot program-program pembangunan dari semua aspek, Pemerintah Kota (pemkot) Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kini Optimis untuk mewujudkan visi dan misi di tahun 2025 sebagai kota layak huni (Liveble City).

Sekretaris Kota Kendari Alamsyah Lotunani menjelaskan saat ditemui diruang kerjannya 14-8-2017, bahwa untuk dapat mewujudkan dan merealisasikan visi dan misi kota kendari dengan slogan Kota Layak Huni(Livable Sity), maka ada tiga tahapan / hal yang harus dilaksanakan yakni tahap pertama Gren, Smart dan Cleand. Tahap kedua Grabd Sity (kota dalam taman) dan tahap ketiga Livable City (kota layak huni).

Alamsyah Lotunani juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Kendari telah melaksanakan dua tahapan yakni tahap I Grand, Smart dan Cleand. Program tersebut telah dilaksanakan pada tahun 2007 sampai dengan 2012. Inti program tersebut yakni Penerapan pembangunan berkelanjutan dengan pendekatan ekologis dalam penataan kota kendari dengan tidak mengesampingkan aspek-aspek sosial dan ekonomi. Tahap II Grand City (Kota Hijau) adalah konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ada 8 Strategi yang harus di laksanakan untuk mewujudkan Grand City yakni;

1.Green planning and design (Perencanaan dan rancangan hijau)

Perencanaan dan rancangan hijau adalah perencanaan tata ruang yang berprinsip pada konsep pembangunan kota berkelanjutan. Green city menuntut perencanaan tata guna lahan dan tata bangunan yang ramah lingkungan serta penciptaan tata ruang yang atraktif dan estetik.

2.Green open space (Ruang terbuka hijau)

Ruang terbuka hijau adalah salah satu elemen terpenting kota hijau. Ruang terbuka hijau berguna dalam mengurangi polusi, menambah estetika kota, serta menciptakan iklim mikro yang nyaman. Hal ini dapat diciptakan dengan perluasan lahan taman, koridor hijau dan lain-lain.

3.Green Waste (Pengelolaan sampah hijau)

Green waste adalah pengelolaan sampah hijau yang berprinsip pada reduce (pengurangan), reuse (penggunaan ulang) dan recycle (daur ulang). Selain itu, pengelolaan sampah hijau juga harus didukung oleh teknologi pengolahan dan pembuangan sampah yang ramah lingkungan, di kota kendari telah kita berhasil bangun Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang berstandar Nasional bertempat di Kecamatan Puwatu.

4.Green transportation (Transportasi hijau)

Green transportation adalah transportasi umum hijau yang fokus pada pembangunan transportasi massal yang berkualitas. Green transportation bertujuan untuk meningkatkan penggunaan transportasi massal, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, penciptaan infrastruktur jalan yang mendukung perkembangan transportasi massal, mengurangi emisi kendaraan, serta menciptakan ruang jalan yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda.

5.Green water (manajemen air yang hijau)

Konsep green water bertujuan untuk penggunaan air yang hemat serta penciptaan air yang berkualitas. Dengan teknologi yang maju, konsep ini bisa diperluas hingga penggunaan hemat blue water (air baku atau air segar), penyediaan air siap minum, penggunaan ulang dan pengolahan grey water (air yang telah digunakan), serta penjagaan kualitas green water (air yang tersimpan di dalam tanah).

6.Green energy (Energi hijau)

Green energi adalah strategi kota hijau yang fokus pada pengurangan penggunaan energi melalui penghemetan penggunaan serta peningkatan penggunaan energi terbaru seperti listrik tenaga surya, listrik tenaga angin, listrik dari emisi methana TPA dan lain-lain.

7.Green building (Bangunan hijau)

Green building adalah struktur dan rancangan bangunan yang ramah lingkungan dan pembangunannya bersifat efisien, baik dalam rancangan, konstruksi, perawatan, renovasi bahkan dalam perubuhan. Green building harus bersifat ekonomis, tepat guna, tahan lama, serta nyaman. Green building dirancang untuk mengurangi dampah negatif bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan dengan penggunaan energi, air, dan lain-lain yang efisien, menjaga kesehatan penghuni serta mampu mengurangi sampah, polusi dan kerusakan lingkungan.

8.Green Community (Komunitas hijau)

Green community adalah strategi yang melibatkan berbagai macam stakeholder dari kalangan pemerintah, kalangan bisnis dan kalangan masyarakat dalam pembangunan kota hijau. Green community bertujuan untuk menciptakan partisipasi nyata stakeholder dalam pembangunan kota hijau dan membangun masyarakat yang memiliki karakter dan kebiasaan yang ramah lingkungan, termasuk dalam kebiasaan membuang sampah dan partisipasi aktif masyarakat dalam program-program kota hijau pemerintah.
perhatikan pada pelaksanaa pembangunan tersebut antara lain harus memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial.

Tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah kota kendari dalam menerapkan konsep pembangunan tersebut adalah terlaksananya pembangunan kota kendari yang berkelanjutan dengan mengurangi dampak negatif yang terjadi pada pelaksanaan pembagunan terkait dengan lingkungan.

Intinya penerapan konsep Grand City adalah sebuah konsep pembangunan yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah kota yang berkelanjutan dengan memperhatikan setiap dampak-dampak negatif yang timbul akibat pelaksanaan pembangunan. Inilah yang lagi di pacu oleh pemerintah kota kendari saat ini.Pungkasnya.

“Selanjutnya adalah Kota Layak Huni(Livable City) konsep pembangunan kota Kendari dengan slogan kota layak huni adalan sebuah konsep yang akan mampu menjawab visi dan misi kota Kendari 2025 .

Alamsyah kembali menambahkan bahwa terkait denga kota layak huni, ini masih membutuhkan kerja keras penerintah daerah kota Kendari dalam rangka untuk mensosialisakannya kepada masyarakat kota Kendari supaya masyarakat paham dengan kebijakan program pemerintah dalam rangka mewujudkan kota kendari sebagai kota layak huni.

Ditempat terpisah, Walikota Kendari Asrun saat dimintai komentarnya terkait pelaksanaan Kota Kendari sebagai Kota Layah Huni menjelaskan bahwa untuk tahap ketiga akan mulai dilaksanakan mulai tahun 2017 hingga 2025 ke depan dengan slogan kota layak huni atau livable city.

Menurut Asrun, kota layak huni adalah kota yang layak bagi semua orang mulai dari kalangan anak-anak, generasi muda, lansia dan disabilitas.

“Untuk menjadikan kota Kendari sebagai kota layak huni salah satu hal utama yang harus diperhatikan adalah pada segi transportasi, karena pertumbuhan penduduk akan terus bertambah, Sehingga kedepan pertumbuhan orientasi penggunaan mobil pribadi akan dibatasi dan lebih mengutamakan penggunaan transportasi masal,” ungkap Walikota Kendari dua periode tersebut.

Lanjut Asrun menambahkan,Livable City merupakan perencanaan kota,yang bertujuan menyelesaikan berbagai masalah kota yang menganggu kenyamanan kota.

“Dengan cara menaikan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di kota Kendari, terkait dengan kemampuan mereka untuk mengakses infrastruktur (transportasi, komunikasi, air, dan sanitasi), makanan, udara bersih, perumahan yang terjangkau, lapangan kerja, ruang dan taman hijau,” pungkasnya.

(Boy Kendari)