Sel. Sep 22nd, 2020

Pemprov Tutup Mata Atas Insiden Ambruknya Kubah Masjid di Kadaung Leles

-Pemprov Banten dan Pemprov Serang Tutup Mata Atas Insiden Kubah Ambruk di Kadaung Leles, mat Amin (40) korban meninggal dunia meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawanya tidak dapat tertolong dan Muhammad Said,Husni,Mujilin,Handayani juga Ipan Korban luka kuka saat bergotong royong memperbaiki Kubah Masjid Jami Al Muhajirin,Kedaung Leles,Kelurahan Kasemen,Kecamatan Kasemen,Kota serang,pada Hari Minggu 30April 2017,hingga kini belum dapat perhatian Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang.
Di ketahui,Musibah yang menimpa
Warga Kampung Kedaung Leles Rt 04/05 ini terjadi sekitar pukul 08:00 WIB.berawal ketika warga hendak renovasi Kubah Masjid di karenakan bocor.Enam warga berinisiatif naik ke atas Masjid melalui tiang cor. Di duga sudah lapuk, tiba tiba Kubah Masjid ambruk.
Rt Mahudi yang juga kakak dari salah satu korban saat di hubungin wartwan mengatakan,bantuan hanya dapat dari pribadi perorangan,sementara dari intansi Pemerintah belum ada.

Bantuan dari Pemerintah belum ada,bantuan yang datang hanya pribadi saja,itupun berbentuk matrial seperti yang di berikan oleh Pak Yandi dan Pak Lurah Juga secara pribadi.Ucapnya melalui telpon seluler,Minggu(13/08/2017).

Dirinya juga menjelaskan,dari awal peristiwa itu terjadi hingga saat ini Kepala Kecamatan kasemen Pak Subagio tidak pernah menampakkan wajahnya.
Camat hingga detik ini belum pernah bertemu dan menginjakkan kakinya di kampung Kedaung Leles Rt 04/05 Ucapnya.
Di ungkapkannya semua bantuan yang di berikan untuk korban meninggal dan Operasi pada korban luka luka itu,di dapat secari pribadi, sedangkan untuk fisik masjidnya di dapat dari Kemenag Provinsi dan Kemenag Kota.

Biaya pengobatan di beckup seluruhnya oleh anggota Dewan Budi Rustandi dan bantuan dari Kemenag Provinsi sebesar 6 juta sedangkan Kemenag Kota 5 juta,Jelasnya.
Lebih jauh dirinya mengatakan,Kemenag RI juga akan memberikan bantuan transfer melalui Bank BRI,saya juga sudah melakukan pengecekan namun kenyataannya tidak ada nominal yang di transfer.ujarnya.

Akibat insiden itu ,kini Masjid Muhajirin membutuhkan banyak Matrial,sedangkan para korban yang tertimpa reruntuhan membutuhkan biaya,lebih Khusus bagi korban meninggal sudah tentu keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah.
(HAR/NHD)