Ormas PKRI dan PPPKRI tidak Ada Kaitan dengan TNI dan Bela Negara

perkembangan terkait dengan beredarnya gambar di media sosial yang menyamai dengan atribut TNI dan dikaitkan dengan gambar atribut Akademi Belanegara (Nasdem).

Dari hasil investigasi,bahwa gambar yang memakai atribut menyerupai atribut TNI itu adalah ormas PKRI (Perintis Kemerdekaan Indonesia) dan PPKRI (Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia).
Ormas PKRI dan PPPKRI yang dulu pernah berkantor di Gdg.Perintis/Pola Proklamasi Pegangsaan Menteng Jak-Pus,

Kemudian pada bulan Agustus 2016 kedua ormas tersebut dikeluarkan dari gedung Perintis/pola karena tidak mempunyai ijin yang Sah dari Sekneg dan gedungPerintis/Pola yang saat ini di gunakan oleh Bakamla RI.

Ormas PKRI yang diketuai oleh Sdr.Ratu Abamatua (Legiun Veteran yang berpangkat Kopral).Sedangkan Ormas PPPKRI di ketuai oleh Sdr.Edy (Sipil).

Ormas yang beranggotakan campuran baik dari pensiunan maupun sipil, setiap orang yang akan menjadi anggota dikenakan tarif Rp.700-1 jt rupiah untuk mendapatkan KTA, belum termasuk biaya seragam dan administrasi lainnya.

Kedua ormas secara legalitas tidak diakui karena menggunakan surat petikan lama dan palsu,selalu beralibi telah mendapatkan ijin dari Kemenhan dan Mabes TNI untuk menggunakan seragam yg menyerupai atribut/seragam TNI, padahal semuanya itu bohong dan tidak pernah ada ijin secara tertulis.

Pada tahun 2015 Ormas PKRI pernah meresahkan masyarakat Sukabumi,menjadi backing sengketa tanah.
Oleh pihak Kodim Sukabumi dan Denpom Sukabumi di tindak tegas serta melucuti atribut yg di gunakan ormas PKRI.

Ormas PKRI dan PPPKRI tdk ada kaitannya dengan kegiatan Belanegara yg di miliki oleh Nasdem.
Oknum ormas PKRI dan PPPKRI di duga banyak melakukan penipuan dan meresahkan masyarakat.

Masyarakat berharap agar kedua ormas tersebut di tertibkan demi menjaga nama baik Legiun Pejuan/Veteran dan TNI secara umum.Menurut nara sumber Hkm setiap hari sabtu dan minggu mereka(kedua ormas,red)berkumpul ngopi di sekitaran gedung Perintis/Pola Proklamasi Pegangsaan Menteng Jak-Pus, dengan menggunakan atribut yg menyamain TNI.
“Harus di sweping tuh pak,ambil tindakan tegas” ujarnya kepada News Investigasi.
Endi-News Investigasi

Tinggalkan Balasan