Kapal Pesiar di Perairan Nongsa Merugikan Nelayan Tradisional

Nelayan Tradisional Batu Merah menuntut Kapal pesiar AGEAN PARADISE PANAMA atas terjadinya kecelakaan tabrak jaring penangkap ikan yang terjadi di perairan Nongsa dan menyebabkan dua kapal nelayan tradisional hampir tenggelam dan mengalami kerusakan jaring yang terjadi pada hari minggu tanggal 4 juni 2017 sekitar pukul 7.32 wib ,tanpa adanya ganti rugi dari pihak Agen kapal,

sampai sekarang dari pihak agen kapal tidak memberikan permintaan ganti rugi apa yang terjadi kepada para nelayan naas itu
Yang terjadi malah sebaliknya agen Kapal itu justru menyalahkan kepada para Nelayan yang beroprasi di perairan nongsa,bukannya bertanggung jawab atas kerugian yang menimpa nelaya tradisional,

Sedangkan di perairan Nongsa semenjak dahulu adalah tempat para Nelayan biasa mencari dan menangkap ikan, bahkan sebelum adanya Kapal Pesiar tersebut.Semenjak adanya Kapal Pesiar tersebut para nelayan merasa dirugikan karena hasiltangkapan Nelayan menjadi berkurang akibat kerusakan jaring yang disebabkan oleh kapal pesiar yang selalu menabrak jaring para nelayan,”padahal nelayan sudah memberi tanda lampu jaring supaya kapal kapal yang lewat tahu bahwa ada jaring di perairan tersebut, tetapi kenapa masih tetap dilanggar oleh kapal pesiar?”ujar para Nelayan.

Sedangkan kapal yang lain saja bisa tahu dan tidak mau melawati jaring yang telah nelayan pasang,hal ini bukan yang pertama kali terjadi mereka menabrak jaring, tetapi sudah sering kali, sepertinya mereka tidak menghiraukan dan memang sengaja dilakukan, agar para nelayan pindah dari perairan ini.
“Disini kami para Nelayan hanya mencari makan untuk keluarga kami, kami memohon dan meminta kepada Pemerintah agar mendengar keluhan dari nelayan tradisional, tolong lihat kami dan selesaikan permasalahan kami, sudah banyak kami mengadu seperti ke HNSI ( Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ) akan tetapi tidak pernah ada tanggapan baik tentang permasalahan ini, dan para nelayan berharap Ibu Susi bisa melihat permasalahan kami,para Nelayan disini yang sulit untuk mencari ikan dan selalu di intimidasi oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan sendiri,” ujar para nelayan.IS-Ir-news in.

Tinggalkan Balasan