Sab. Jul 4th, 2020

DPRD Wakatobi Kecewa Kinerja Bulog

Gerakan Pemuda Peduli Rakyat (GPPR) protes beras miskin (raskin) yang disalurkan Bulog baru-baru ini dinilai lebih layak dikonsumsi binatang.

Dalam unjuk rasa itu Kordinator lapangan (Korlap) GPPR, Ramli menyebutkan atas pembagian Raskin tersebut,masyarakat dianggap seperti binatang.

“Di Wakatobi hari ini masyarakat dianggap binatang sehingga beras begini yang disalurkan”, tegasnya sambil menghambur raskin yang tidak layak konsumsi itu.

Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi, Kamarudin, mengungkapkan, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak punya wewenang untuk menolak beras tidak layak dikonsumsi tersebut,ia hanya diberikan ruang untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk besaran kuota.

“Tahun lalu begini,sekarang juga begitu kita kan malu. Kali ini menjadi catatan penting untuk bapak Kepala Bulog, sebelum beras tersebut di salurkan agar kiranya di cek dulu. Jika beras itu tidak layak konsumsi tolong di kembalikan semua beras yang telah disalurkan. Ujar Kamarudin pada rapat Rapat konsultasi dewan dikantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi. Jumat, (7/7/2017).

Kepala Bulog Kabupaten Wakatobi, Dedy mengaku, bahwa keterlambatan penyaluran ini disebabkan Oleh Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, ke Pemda terlambat, yang menyebabkan Raskin berkutu, berdebu, dan beraroma tidak sedap dalam gudang.

“Untuk itu saya meminta kepada seluruh masyarakat yang menerima Raskin agar kiranya segera dikembalikan kemudian akan diganti sebab tidak lama lagi beras sebanyak 500 ton akan segera datang, dan untuk kita ketahui bersama, ketahanan beras di gudang hanya 3 sampai 4 bulan, sementara 6 sampai 7 bulan baru penyaluran,” katanya.

Ketua DPRD Wakatobi, Ali Tembo mengaku kecewa akan hal itu.

“Jujur saya sangat kecewa, anda memulai kesalahan yang sama. Kan tidak elok kita berhadapan dengan situasi seperti ini, saya sangat tidak mengerti dengan kinerja anda. Kenapa hal ini bisa terjadi. Melihat situasi kemarin itu sangat buruk untuk bapak. Jangan lalai pak, jika ini terjadi terus apa kata masyarakat kepada kita,”tegas Ketua DPRD.

Terkait hal itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wakatobi akan bentuk tim pengawas penyaluran raskin. Nova Ely Surya