Saleh Lasata Resmi Terima Mandat Sebagai Plt. Gubernur Sultra

Wakil Gubernur (Wagub) Saleh Lasata resmi menerima mandat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah sehari sebelumnya Rabu 5 Juni 2017 Gubernur Sultra, Nur Alam (NA) menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tjahjo serahkan mandat tersebut kepada Saleh Lasata berdasarkan
Surat Keputusan (SK) Nomor 122.74/3000/SJ tanggal 6 Juli 2017 tentang penugasan Wagub selaku Plt Gubernur Sultra yang berlangsung Aula Kemendagri, Gedung A Lantai 3,
Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat sekira pukul 15:05 WIB.

Dalam sambutannya Plt Gubernur Saleh Lasata menyampaikan kepada Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar birokrasi tetap berjalan.

“Saya minta kepada seluruh pimpinan skpd untuk melanjutkan tugas-tugas sebagaimana yang diamanatkan, kami juga meminta dukungan Kemendagri untuk membimbing kami dalam melaksanakan tugas sebagai Plt” Ujar Saleh Lasata dalam sambutannya. Kamis, (6/7/2017) yang saat itu juga mengungkapkan keprihatinannya atas kasus yang menimpa NA.

Mendagri, Tjahjo Kumolo harapkan kepada Plt yang telah diberi mandat agar menuntaskan segala janji politik, program nasional dan program daerah.

“Tuntaskan janji politik dalam visi misi sebagai pasangan dahulu yang sudah dijanjikan kepada masyarakat. Lanjutkan program strategis nasional
serta laksanakan program prioritas daerah. Plt harus bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi mengawal pembangunan, pengelolaan dana. Plt harus membangun komunikasi yang intens dengan Danrem, Kapolda, Kejaksaan, pengadilan. Plt juga harus melibatkan anggota anggota DPR RI dan DPD RI dlm mengambil setiap kebijakan politik di daerah” tegas Tjahjo dalam sambutannya.

Dalam pelantikan tersebut hadir pula Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sultra Wa Ode Hamsinah Bolu dan Yusran Silondae, Danrem, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sultra, Pimpinan skpd, tokoh masyarakat La Ode Djeni Hasmar.

“Saya optimis Pak Saleh Lasata akan meneruskan tugas mengawal Sultra dengan baik dan insya Allah sukses. Beliau sosok senior sebagai kepala daerah. Rekam jejaknya lengkap, sebagai Bupati, Ketua DPRD Provinsi, dan latar belakang perwira tinggi TNI. Jenjang karir yang lengkap dan sangat jelas matang,” Ungkap Wa Ode Hamsinah Bolu.

Kepada para pimpinan SKPD, sambung Wa Ode Hamsinah Bolu, agar meneruskan bekerja secara profesional, memback-up Plt Saleh Lasata dalam menuntaskan kewajiban-kewajibannya dalam sisa masa jabatannya yang tinggal sekitar 7 bulan lagi, untuk kepentingan masyarakat Sultra.

Wa Ode Hamsinah Bolu mengaku prihatin terhadap penahanan NA, yang juga adalah sahabatnya semasa dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Saya Ikut prihatin, bagaimanapun NA pernah memimpin Sultra dengan cukup baik, beliau adalah putra daerah yang dapat diandalkan. Secara pribadi, beliau adalah kawan lama saya sejak SMA, tak pernah melupakan teman, solider dan selalu bersahabat,” kenang Wa Ode Hamsinah Bolu.

Kata dia, kita menghormati proses hukum, kerja KPK harus kita dukung, bahkan penguatan KPK adalah suatu hal yang mutlak. Secara lembaga DPD RI telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPK untuk penguatan KPK. Kepada Pak NA kita beri dukungan moril, agar tegar menjalani proses hukum. Selama proses hukum berjalan kita harus mengindahkan azaz praduga tak bersalah. Semoga keluarga beliau tabah dan sabar.
(Haryanto/Nova)

Tinggalkan Balasan