Anggota Kopaska Tembak Pelaku Curanmor,Kapolda”Boleh Saja Bila Tertangkap Tangan”

Newa In Surabaya.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mendukung upaya anggota TNI yang menjadi korban dan menembak pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di rumahnya Jalan Simorejo.

“Ya mungkin, karena tertangkap tangan. Ya silahkan saja (menembak,red) nggak apa-apa,” kata Irjen Pol Machfud Arifin kepada wartawan News In di sela mengunjungi dan menyantuni santri anak yatim piatu di Pesantren Al Mustaqim.

Kapolda mengatakan, secara aturan memang tidak ada anggota TNI menembak pelaku curanmor. “Tapi kalau pelaku melawan dan tertangkap tangan, boleh-boleh saja,” jelasnya.

Sebelumnya, pelaku curanmor tewas tertembak saat melakukan aksinya di Jalan Simorejo 102 A, Kecamatan Sukomanunggal,di rumah Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo yang memergoki pelaku mencuri motornya.

Karena pelaku membawa senjata tajam dan pistol serta melakukan perlawanan saat akan ditangkap hingga Mayor Tunggul terpaksa mengeluarkan tembakan untuk membela diri. Satu pelaku tersungkur dan dua pelaku lainnya kabur.

Dalam kesehariannya anggota TNI AL Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo. Berdinas di Kopaska Jabatan Paopsjar Sekopaska Pusdiksus Kodikopsla, Surabaya. Tunggul-lah yang menembak kawanan curanmor tersebut saat pelaku berusaha mencuri motornya.
Kronologis kejadian,
“Dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, tiga pelaku menggunakan dua motor mendatangi rumah korban,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada News In, Rabu (5/7/2017).

Dua orang berjalan menuju ke pagar rumah korban, sementara satu orang mengawasi keadaan atau situasi. Suara besi pagar yang bergesek saat pelaku merusak gembok membuat korban terbangun dari tidurnya.Dari lantai dua rumahnya, korban melihat aksi pelaku.
Korban melihat motor Honda BeAT nopol L 3605 WM miliknya dituntun pelaku keluar rumah. Korban lalu berteriak maling yang membuat perhatian warga terarah ke rumah korban. Mendengar itu, satu pelaku mengeluarkan pistol yang membuat warga yang awalnya mendekat kemudian menjauh karena takut di tembak oleh pelaku.

Melihat adanya pistol tersebut, korban memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali dan kemudian korban menembak para pelaku. Tak diketahui berapa tembakan yang dilepaskan. Para pelaku berusaha kabur setelah ditembak.

Satu pelaku kabur dengan motornya dan meninggalkan motor yang hendak dicurinya. Baru 50 meter melarikan sepeda motornya pelaku terjatuh. Warga kemudian menangkap dan menghajarnya. Pelaku itu kemudian tewas dengan luka di kening.

Sementara dua pelaku lain juga kabur. Mereka kabur berboncengan motor. Satu pelaku yang dibonceng diketahui telah tertembak, yang diduga tertembak pada bagian kaki karena dia terlihat pincang saat berlari.

Dari lokasi, polisi mengumpulkan barang bukti berupa motor pelaku Honda Vario nopol N 6536 HHG. Nopol tersebut ternyata diketahui palsu. Dari diri pelaku, polisi menemukan sebuah air gun, pisau panjang, jimat, kunci T, kunci L, dan sepasang sandal berlumur darah.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengetahui identitas pelaku. Pelaku adalah Abdul Aziz (28), warga Jadih, Socah, Bangkalan. Polisi kemudian menemukan motor pelaku yang kabur. Motor bersimbah darah itu ditemukan di Jalan Krembangan Barat.

Polisi juga mendapat informasi bahwa pelaku kabur yang sempat tertembak juga telah tewas. Pelaku itu bahkan sudah dimakamkan. Pelaku itu adalah Nadih Binto (26), warga Parseh, Socah, Bangkalan. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.

“Kami masih memburu satu pelaku lain,” tandas AKBP Shinto guna mengungkap jaringan curanmor yang sudah sangat meresahkan warga.(Ahmadi-surabaya)

Tinggalkan Balasan